Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Oktober 2025, 00.40 WIB

Cuaca-Suhu Panas di Indonesia Masih Terjadi Sampai Akhir Oktober atau Awal November, BMKG Sarankan Masyarakat Tak Lama di Luar Ruangan saat Siang

Ilustrasi cuaca panas (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi cuaca panas (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca dan suhu panas yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia belakangan ini bakal terjadi sampai akhir Oktober atau awal November nanti. Untuk itu, masyarakat disarankan tidak terlalu lama berada di luar ruangan saat siang hari. 

Saat dihubungi oleh JawaPos.com pada Sabtu (18/10), Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyampaikan bahwa cuaca dan suhu panas itu terjadi cukup lama karena peralihan menuju musim hujan. BMKG memastikan, fenomena tersebut wajah terjadi. 

”Karena posisi matahari dan pola angin memang mempengaruhi suhu secara musiman,” jelasnya. 

Meski begitu, BMKG meminta masyarakat tetap waspada. Sebab, cuaca dan suhu yang terasa hari ini masih mungkin naik jika kondisi atmosfer tetap kering dan minim awan. Untuk itu, bersama otoritas kesehatan, BMKG menyarankan beberapa hal kepada masyarakat. 

”Hindari paparan langsung matahari terlalu lama, terutama pukul 10.00–16.00,” jelasnya. 

Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, dan tabir surya jika banyak beraktivitas di luar ruangan. Kemudian memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat suhu tinggi, dan terus memantau informasi dari BMKG. 

Guswanto menyampaikan bahwa ada beberapa penyebab cuaca dan suhu panas belakangan ini. Pertama BMKG mengidentifikasi gerak semu matahari pada Oktober tahun ini, posisi matahari berada di selatan ekuator, sehingga wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua menerima radiasi matahari lebih intens.

”Kedua pengaruh Monsun Australia. Angin timuran membawa massa udara kering dan hangat, mengurangi pembentukan awan dan meningkatkan paparan sinar matahari langsung. Kombinasi kedua faktor itu menyebabkan suhu udara melonjak hingga 37,6°C di beberapa wilayah,” terang dia.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore