Ilustrasi penelitian kanker dengan menggunakan teknologi asam amino.
JawaPos.com - Kabar baik untuk para dosen perguruan tinggi keagamaan (PTK) di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Lewat kerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kemenag meluncurkan pendanaan riset bertajuk Ministry of Religious Affairs The Awakened Indonesia Research Funds Program (MoRA The Air Funds).
Program pendanaan riset itu dikelola oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag. Dana yang disiapkan sekitar Rp 500 juta sampai Rp 2 miliar per judul.
Kepala Puspenma Kemenag Ruchman Basori mengatakan tahapan pelaksanaan Program MoRA the AIR Funds dimulai dari submit proposal, desk evaluasi, penetapan hingga pelaporan. Semua tahapan ini dilakukan secara paperless melalui platform eRISPRO - LPDP. Pendaftaran telah diumumkan sejak tanggal 13 Oktober 2025. Kemudian pembukaan submit proposal mulai tanggal 23 Oktober hingga 7 November 2025.
"Ada empat tema prioritas yang menjadi fokus utama program MoRA The AIR Funds" katanya (30/10). Yaitu Sains dan Teknologi, Sosial Humaniora, Ekonomi dan Lingkungan, serta Kebijakan Layanan Pendidikan dan Keagamaan.
Tema Sosial Humaniora mencakup 19 sub tema. Meliputi pendidikan transformatif, kontekstualisasi teks agama dan keagamaan, demokrasi dan identitas bangsa, dan budaya keberagamaan dan harmoni sosial. Kemudian soal hukum yang berkeadilan, globalisasi dan perubahan sosial, inovasi sosial, media dan masyarakat digital, serta kependudukan, kesejahteraan dan keadilan sosial.
Di Bidang Sains dan Teknologi ada 11 sub tema. Meliputi hilirisasi sains, pengembangan teknologi, kedokteran dan kesehatan; pertanian dan ketahanan pangan; kemaritiman; transportasi; serta keragaman hayati. Kemudian soal kebencanaan; pertahanan dan keamanan; jaringan, data dan keamanan informasi; dan saintifikasi jamu dan herbal, teknologi produksi pigmen alami, etnomedisin (daun, akar, umbi, batang, buah), pengembangan teknologi biosimilar, biosintesis, dan biorefinery untuk produksi bahan obat.
Untuk tema Ekonomi dan Lingkungan ada 13 sub tema. Diantaranya ekonomi syariah, kemiskinan ekstrim, green economy, green metrics, green campus dan perubahan iklim global, eksplorasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir, regulasi dan budaya sadar bencana kebakaran lahan dan hutan, recovery kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pasca bencana.
Sedangkan tema Kebijakan Layanan Pendidikan dan Keagamaan mencakup, Pertama, evaluasi dan pencanangan kebijakan; Tema ini terkait dengan layanan yang ada pada lingkup Kementerian Agama, meliputi: Madrasah, Pondok Pesantren, Pendidikan Agama di Sekolah, Pendidikan Tinggi Keagamaan dan Pendidikan Keagamaan lainnya. Kedua, Layanan pendidikan, antara lain mencakup teknologi pendidikan dan pembelajaran, kurikulum pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, serta pengembangan manajemen sekolah
Untuk Kebijakan layanan di bidang keagamaan meliputi KUA, Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Jaminan Produk Halal, moderasi beragama dan kebijakan keagamaan di tingkat daerah, serta berbagai layanan keagamaan lainnya.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Sahiron mengatakan Mora The Air Funds Program atau Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama, menjadi jawaban terkait peningkatan SDM, riset, dan inovasi di Indonesia. Pendanaan ini hasil kerjasama Kemenag dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
"SDM menjadi kata kunci agar Indonesia tetap eksis dapat bersaing dengan bangsa-bangsa di dunia," kata Sahiron. Sedangkan riset atau inovasi menjadi hal yang strategis untuk menjadi arus utama dalam rangka menjamin tumbuhnya SDM berkualitas dan berdaya saing.
Secara teknis MoRA The Air Funds ditangani oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag. Puspenma bertanggungjawab pada pembiayaan pendidikan strategis yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Program ini menjadi terobosan penting bagi Kemenag dalam kerangka menyelesaikan problem-problem kemasyarakatan, keagamaan dan kebangsaan berbasis riset," kata Sahiron. Lahirnya program ini didasarkan pada pertimbangan atas tantangan dunia PTK dan Ma’had Aly yang semakin komplek. Tidak saja masalah perluasan akses, tetapi juga peningkatan mutu dan daya saing.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
