
Kepala Biro Protokol Humas dan Media Setjen DPD RI, Mahyu Darma. (Istimewa)
JawaPos.com - Viral peluncuran Vtuber bernama Sena Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di media sosial pada beberapa waktu lalu. Hal ini memicu beragam reaksi, terutama kritik yang menyoroti visualnya yang dianggap tidak etis untuk sebuah lembaga negara.
Terkait hal itu, Kepala Biro Protokol Humas dan Media Setjen DPD RI, Mahyu Darma menjelaskan, produk yang sedang viral tersebut merupakan laporan aktualisasi seorang CPNS Setjen DPD RI yang sedang mengikuti latihan Dasar (Latsar).
Dia menyebutkan, produk tersebut adalah proyek pribadi, dan tidak menggunakan anggaran negara, namun dalam pelaksanaan perlu bimbingan dan mentoring yang agar dalam implementasinya lebih baik lagi.
“Pada dasarnya itu adalah merupakan proyek pribadi CPNS dalam upaya meraih kelulusan dalam latsarnya, dan tidak menggunakan anggaran negara dalam membuat proyek itu. Namun memang perlu adanya pembinaan dan pengarahan lagi ke depan agar lebih baik lagi dan bisa diterima masyarakat,” ujar Mahyu Darma, Kamis (30/10).
Mahyu menjelaskan, Maskot Digital atau Vtuber ini adalah suatu ide baru seorang CPNS agar mendapatkan penilaian kelulusan dalam Pendidikan dasar, dan tersebut merupakan bentuk proyek atau kegiatan nyata di lingkungan unit kerja CPNS, yaitu di Bagian Humas dan Fasilitasi Pengaduan, Biro Protokol Humas dan Media.
“Maksud dan tujuan Vtuber Sena sebenarnya positif, adalah upaya untuk menjembatani komunikasi antara DPD dengan audiens yang lebih muda dan digital, meski dalam eksekusinya seharusnya lebih mengedepankan ciri khas Indonesia,” imbuhnya.
Saat ini, kata dia, DPD secara kelembagaan sudah melakukan beberapa kegiatan untuk mengangkat tentang kekuatan narasi daerah. Kemarin baru saja kami melakukan DPD Award yang mengangkat tokoh-tokoh daerah yang berperan dalam bidang sosial, kebudayaan, pariwisata, perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan, ekonomi kreatif, serta pejuang rentan.
“Dalam waktu dekat, kami juga akan melaksanakan Duta DPD RI yang menyerap pemuda-pemudi dari berbagai daerah yang inovatif,” pungkasnya.
Langkah-langkah ini bentuk dari apresiasi kami terhadap leadership, kreativitas, dan tokoh-tokoh inovatif yang diharapkan bisa mencetak ASN yang berkualitas, profesional, dan berintegritas. Dalam konteks ini, kami berkomitmen penuh untuk membina calon ASN yang tidak hanya cakap dalam tugasnya, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika zaman, tentu dengan tidak mengesampingkan nilai-nilai kesopanan dan etika yang menjadi pedoman bersama.
“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat dan media yang telah mengingatkan, karena hal ini menjadi bahan koreksi untuk perbaikan ke depannya,” ungkap dia.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
