Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mendampingi Menag Nasaruddin Umar di ajang Madrasah Robotic Competition (MRC) 2025 di Kab. Bogor (1/11). (Humas Kemenag)
JawaPos.com - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) resmi dimulai Senin (3/11) besok. Ujian tersebut juga diselenggarakan di madrasah, di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Mereka mengatakan seluruh Madrasah Aliyah (MA) yang mengikuti TKA sudah siap.
Kesiapan menyambut pelaksanaan TKA itu disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno. "Pada 2025 ini dimulai (penyelenggaraan) TKA, pengganti UN," katanya di ajang Madrasah Robotic Competition (MRC) 2025 di Kab. Bogor (1/11).
Dia mengatakan anak-anak madrasah saat ini sudah semakin menguasai materi pelajaran. Sehingga dia optimis mereka akan mendapatkan hasil yang maksimal dalam pelaksanaan TKA tersebut.
Suyitno mengatakan Kemenag sudah menyiapkan dua aspek terkait penyelenggaraan TKA tersebut. "Pertama tentu penyiapan kompetensi anak-anaknya. Karena TKA ini sebenarnya sebuah proses ujian yang layaknya ujian-ujian sebelumnya, hanya saja dengan mekanisme yang terbaru," tuturnya.
Dengan persiapan itu, dia meyakini anak-anak madrasah bisa mengikuti TKA dengan hasil yang maksimal. Dia mengingatkan para siswa mempersiapkan diri dengan baik, untuk mengikuti TKA.
"Kita juga menyediakan pembaruan alat-alat, untuk mendukung TKA," jelasnya. Dengan persiapan infrastruktur yang sudah cukup lama, dia berharap ujian berjalan dengan lancar.
Suyitno mengatakan untuk tahun pertama, TKA diterapkan di jenjang Madrasah Aliyah (MA) atau setingkat SMA. Meskipun bersifat opsional, informasi yang dia terima banyak MA ikut TKA. "Saya kira di atas 90 persen (MA ikut TKA)," jelasnya. Dia mengakui ada beberapa madrasah yang tidak ikut TKA. Suyitno menegaskan pilihan tidak ikut menyelenggarakan TKA murni atas pertimbangan personal.
Menurut Suyitno kemampuan akademis siswa madrasah semakin meningkat. Bahkan untuk talenta lain, seperti bidang robotika. Dia menekankan siswa madrasah tidak hanya memperdalam ilmu akademik saja. Tetapi juga keterampilan lainnya.
Lewat gelaran MRC 2025 itu, Suyitno mengatakan Kemenag memfasilitasi bakat dan minat siswa madrasah di bidang robotika. Dia mengatakan total peserta MRC tahun ini sebanyak 616 peserta.
"Ini rekor peserta terbanyak," katanya. Suyitno menyampaikan bahwa MRC 2025 menjadi momentum kebangkitan inovasi madrasah setelah sempat vakum dua tahun.
Suyitno menambahkan, ajang ini menjadi wadah untuk menampilkan bakat dan kreativitas siswa madrasah dalam bidang sains, teknologi, dan lingkungan. “Madrasah bukan hanya mencetak ulama, tapi juga calon ilmuwan dan insinyur yang berakhlak mulia,” katanya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
