Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 November 2025, 20.25 WIB

Temuan Mikroplastik di Air Hujan Menghebohkan Publik, DPR Minta Kemenkes Beri Penjelasan Ilmiah dan Edukasi

Sejumlah pejalan kaki melindungi diri dengan payung dan jaket saat hujan turun di sekitar Bundaran HI, Jakarta, Selasa (28/10/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah pejalan kaki melindungi diri dengan payung dan jaket saat hujan turun di sekitar Bundaran HI, Jakarta, Selasa (28/10/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, merespons hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang mengungkap adanya kandungan mikroplastik dalam air hujan pada sejumlah kota besar di Indonesia. 

Menurutnya, temuan tersebut harus menjadi peringatan dini bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat upaya pengendalian polusi plastik sekaligus melindungi kesehatan publik, terutama yang berkaitan dengan kulit dan sistem pernapasan.

“Temuan mikroplastik di air hujan menunjukkan betapa luasnya dampak pencemaran plastik terhadap kehidupan kita. Ini bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan publik yang perlu mendapat perhatian lintas sektor,” kata Netty kepada wartawan, Rabu (5/11).

Sebab, berdasarkan temuan BRIN terdapat kandungan mikroplastik dalam air hujan di Jakarta. Riset tersebut dilakukan sejak 2022.

Dari hasil pengujian, seluruh sampel air hujan yang dikumpulkan mengandung mikroplastik. Partikel yang ditemukan umumnya berupa fragmen plastik kecil dan serat sintetis yang diduga berasal dari poliester, nilon, polietilena, polipropilena, hingga polibutadiena.

Netty berharap, BRIN bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menindaklanjuti hasil riset tersebut dengan kajian lebih mendalam serta menyampaikan hasilnya secara komprehensif kepada publik.

“Kami mengapresiasi riset BRIN ini. Namun perlu ada penjelasan ilmiah lanjutan dari Kemenkes mengenai tingkat risiko dan dampaknya terhadap kesehatan manusia, termasuk kulit, agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak panik,” jelasnya.

Politisi PKS itu juga mendorong pemerintah memperkuat edukasi publik mengenai langkah-langkah sederhana untuk melindungi diri dari paparan mikroplastik, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, pekerja lapangan, dan masyarakat perkotaan.

“Edukasi publik penting, misalnya imbauan untuk mencuci kulit setelah kehujanan, memakai pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang menjadi sumber utama mikroplastik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Netty menegaskan isu mikroplastik tak bisa dipisahkan dari persoalan kesehatan dan lingkungan. Ia pun mendorong kolaborasi lintas kementerian untuk memperkuat riset, pemantauan, serta kebijakan pengendalian polusi plastik.

“Kita perlu kerja bersama lintas kementerian untuk memastikan udara, air, dan tanah bersih dari partikel berbahaya. Penanganan mikroplastik adalah bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore