Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 November 2025, 04.18 WIB

Pewarna Alami Punya Dampak Ekonomi Besar, BCA Minta Pengrajin Tenun Optimis Hadapi Pasar

 

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn (baju hijau) dalam acara pelatihan pewarnaan alami di Kota Medan, Sumatera Utara. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

JawaPos.com - PT Bank Central Asia, Tbk menyakinkan kepada para pengrajin kain tenun agar tidak takut menggunakan pewarna alami. Meskipun produk yang dihasilkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi, tapi pasar tetap terbuka.
 
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, pewarna alami memiliki banyak manfaat. Selain ramah lingkungan, dampak ekonominya pun tetap ada.
 
"Mudah-mudahan dampak ekonomi, dampak lingkungan, kemudian juga dampak budaya itu juga bisa mendorong teman-teman penenun khususnya yang ada di bawah bakti BCA untuk tetap optimistis bahwa masih cerah," kata Hera dalam acara Pelatihan Pewarnaan Alami yang digelar di Istana Maimoon, Kota Medan, Sumatera Utara pada 4-6 November 2025.
 
Pewarnaan alami adalah budaya yang sudah lama ada di Indonesia. Oleh karena itu, warisan budaya ini perlu dipertahankan dan dilestarikan.
 
 
"Selain kita memberikan pelatihan sesuai kebutuhan market, kemudian juga harapannya agar warisan ini tidak punah, agar tetap ada menjadi identitas kita sebagai sebuah negara yang berdaulat, tentunya memberikan impak ekonomi," imbuhnya.
 
BCA pun berkomitmen membantu para pengrajin agar memiliki pasar penjualan produknya. BCA juga membuka kesempatan bagi para pengrajin memasarkan hasil karyanya di kegiatan korporasi, sehingga pengrajin memiliki akses penawaran kepada nasabah.
 
Selain itu, dalam ajang tahunan seperti BCA Expo, perusahaan memberi kesempatan kepada UMKM binaannya untuk membuat pasat. Dengan begitu, upaya perluasan pasar bisa lebih maksimal.
 
"Penjualannya kalau kita lihat itu mengalami peningkatan, ini kan kita tahun ketiga, mengalami peningkatan dua kali lipat dari tahun sebelumnya," jelas Hera.
 
"Jadi mudah-mudahan akses pasar ini bisa terus ada, agar teman-teman yang memproduksi minahan kita juga tetap optimistis, bisa mendapatkan penghasilan dari produk mereka," tandasnya.
 
Sebelumnya, BCA menggelar pembinaan pembuatan kain tradisional (wastra) menggunakan pewarna alam. Kegiatan ini bekerja sama dengan Perkumpulan Warna Alam Indonesia (Warlami)  bagi 32 penenun songket Melayu Sumatra Utara.
 
Program Bakti BCA ini digelar pada 4-6 November 2025  di Istana Maimoon, Medan, Sumatera Utara. Pembinaan  ini merupakan wujud nyata dukungan BCA terhadap pelestarian budaya sekaligus pengembangan eco-fashion wastra warna alam di berbagai daerah. 
 
Seperti wastra di daerah lain, tenun songket Melayu Sumatra Utara merupakan kain tradisional yang merekam keunikan masyarakat dan kearifan lokal sejak masa lampau. Tenun songket ini  memiliki motif yang terinspirasi dari keindahan alam daerah tersebut. 
 
Motif tenun songket Sumatra Utara tersebut dirajut dalam bentuk geometri indah dengan teknik stilasi yang nyaman dipandang. Banyak orang menyukai tenun songket Melayu Sumatra Utara karena keunikan tersebut. 
 
“Keindahan tenun songket Melayu Sumatra Utara tidak perlu diragukan lagi. Namun, saat ini banyak penenun belum menguasai teknik pewarnaan berbasis warna alam. Padahal, penggunaan warna alam pada tenun songket Melayu Sumatra Utara dapat menambah daya tarik dan nilai jualnya," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore