
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan pentingnya kehadiran rumah inklusif di setiap kabupaten. (Royyan/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan pentingnya kehadiran rumah inklusif di setiap kabupaten di Indonesia. Hal ini ia sampaikan saat mengunjungi Rumah Inklusif yang berdaya sendiri di Kebumen, Jawa Tengah.
Rumah Inklusif yang didirikan Nyai Muinatul Khoiriyah ini menjadi wadah bagi keluarga dengan anak-anak difabel untuk saling belajar, menguatkan, dan berdaya secara ekonomi maupun sosial.
Menurut Cak Imin, Rumah Inklusif seperti di Kebumen ini adalah bentuk nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat terhadap anak-anak difabel serta keluarganya.
Ia menyebut, anak-anak difabel adalah “titipan Tuhan” yang dipercayakan kepada orang-orang istimewa. Karena itu, para orang tua yang merawat mereka juga adalah sosok-sosok luar biasa yang perlu didukung dan difasilitasi.
“Anak-anak difabel itu berarti Tuhan mempercayakan orang-orang istimewa kepada orang-orang istimewa. Karena itu luar biasa ibu-ibu dan ayah-ayah istimewa ini membangun rumah inklusi, mendorong kekuatan batin dan lahirnya untuk maju bersama,” ujarnya, Jumat (7/11).
Rumah inklusif, lanjutnya, bukan hanya tempat untuk pendidikan dan pelatihan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi keluarga difabel. Di sana, para orang tua dan anak-anak difabel bisa saling berbagi pengalaman, mengasah keterampilan, hingga mengembangkan usaha bersama agar lebih mandiri.
Salah satunya dengan memproduksi batik Pegon yang menceritakan cara hidup para anak disabilitas melalui corak batik. Corak khas batik ini telah membuat dunia melirik dan membuat para keluarga disabilitas di Rumah Inklusif berdaya sendiri.
“Rumah inklusif di Kebumen ini harus jadi contoh dan diduplikasi di setiap kabupaten,” tegas Cak Imin.
Ketua Umum PKB itu juga menyerukan agar pemerintah pusat, daerah, serta lembaga non-pemerintah ikut berperan aktif dalam memperluas model rumah inklusif.
Ia menyebut, upaya ini penting untuk memastikan tidak ada lagi diskriminasi atau bullying terhadap penyandang disabilitas, terutama di dunia pendidikan dan pekerjaan.
“Saya minta semua pihak ikut bergabung, menjadikan model rumah inklusif ini contoh nyata. Tiap kabupaten harus punya satu rumah inklusif seperti di Kebumen ini,” pungkasnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
