
Marsinah. (Wikipedia).
JawaPos.com - Suasana haru menyelimuti Istana Negara saat Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, sosok pekerja perempuan yang menjadi simbol perjuangan buruh dan keberanian rakyat kecil dalam menegakkan keadilan. Upacara penganugerahan digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Marsini, kakak kandung Marsinah, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan semua pihak yang telah berjuang agar adiknya mendapatkan pengakuan sebagai pahlawan nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Presiden RI yang sekarang. Terima kasih banget, terima kasih sebesar-besarnya untuk anugerah yang diberikan untuk adik saya, Marsinah,” kata Marsini dengan suara bergetar.
Marsini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini menjaga semangat perjuangan Marsinah, mulai dari pemerintah daerah Nganjuk, organisasi pekerja seperti KSPSI dan KSBSI, hingga para aktivis dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang terus memperjuangkan pengakuan atas jasa Marsinah.
“Semuanya saya ucapkan terima kasih, terutama keluarga saya berterima kasih semua yang dibutuhkan keluarga bisa support supaya gelar pahlawan Marsinah tercapai,” ujarnya.
Marsini menegaskan, perjuangan adiknya harus terus menjadi inspirasi bagi para pekerja di seluruh Indonesia agar tidak melupakan nilai-nilai keadilan, keberanian, dan solidaritas yang diperjuangkan Marsinah semasa hidupnya.
“Marsinah, dulu waktu kecil sampai sekolah SMP saja berat sekali, tanpa Ibu, tanpa Bapak. Marsinah saya tidak menyangka jadi orang besar membanggakan seluruh Indonesia, khususnya Nganjuk. Sekarang Nganjuk punya pahlawan nasional,” ucapnya.
Marsini merasa bangga, perjuangan sang adik kini diakui oleh negara. Ia menyebut kehadiran keluarga di Istana Negara sebagai momen bersejarah bagi mereka.
“Terima kasih, adikku Marsinah. Kau telah membawa keponakanmu, adikmu, saya, dan yang mendampingi saya, bisa di Istana Presiden,” tuturnya.
Marsinah dikenal luas sebagai ikon perjuangan hak-hak pekerja Indonesia. Ia gugur pada tahun 1993 di Sidoarjo saat memperjuangkan keadilan bagi rekan-rekannya. Kini, namanya resmi tercatat dalam deretan Pahlawan Nasional, dikenang karena pengabdian dan keberaniannya membela kaum buruh dan keadilan sosial.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
