Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 November 2025, 05.28 WIB

SBY Sebut Krisis Iklim Dampak Keserakahan Manusia, Bukan Takdir Alam: Stop Jadi Bangsa Serakah!

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono berorasi  di ITS Surabaya, salah satunya menyinggung krisis iklim. (Humas ITS) - Image

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono berorasi di ITS Surabaya, salah satunya menyinggung krisis iklim. (Humas ITS)

JawaPos.com - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang akrab disapa SBY mengingatkan bahwa krisis iklim bukanlah takdir alam. Melainkan dampak dari keserakahan manusia dalam mengeksploitasi sumber daya bumi. 

Hal tersebut disampaikan SBY saat melakukan orasi ilmiah di acara Dies Natalis ke-65 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa (11/11). Pada acara tersebut, SBY juga dianugerahi penghargaan 10 Nopember. 

“Mari kita hentikan keserakahan. Greed. Kita tidak ingin menjadi greedy nation (negara serakah), yang kita perlukan sebatas yang kita perlukan, need, not greed (butuh, bukan serakah),” ucap SBY dengan lantang.

Ia tidak ingin Indonesia bergerak menjadi bangsa yang serakah. Sebaliknya, SBY berharap Tanah Air bisa menjadi bagian dari pihak yang ikut berkolaborasi dalam agenda global Net Zero World by 2060. 

“Elaborasi dari kita ikut mencapai kepentingan global adalah ekonomi kita harus leading to Net Zero Indonesia by 2060, sebagai bagian dari Net Zero World by 2060. Kalau tidak, kiamat. Bumi kita tidak sanggup lagi,” lanjutnya. 

Tokoh dari Pacitan ini menilai keserakan dan eksploitasi menjadi akar dari krisis iklim global. Ia berharap alam Indonesia tak dieksploitasi secara berlebihan, melainkan hanya digunakan seperlunya saja. 

“Menuju ekonomi yang betul-betul diperlukan untuk memajukan umat manusia. Masih terkait dengan logika, ke depan harus bersatu, berkembang antara teknologi dengan entrepreneurship,” ucap SBY. 

Mantan Menko Polkam itu mendorong pemerintah untuk menyusun kebijakan berkelanjutan, serta menanamkan sikap tidak serakah dalam memanfaatkan alam. Nilai itu harus menjadi dasar pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan.

“Pendekatan kultural menyangkut values, human behavior, hidup hemat, tidak rakus, tidak serakah agar buminya selamat. Harus masuk dalam elemen pembangunan ekonomi Indonesia ke depan,” jelas SBY. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore