
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho di acara Rapat Evaluasi Pelaksanaan Tugas Bidang Regident & Rakernis Gakkum tahun anggaran 2025. (Polri)
JawaPos.com - World Internal Security and Police Index (WISPI) menjadikan Polri sebagai salah satu institusi kepolisian berkinerja baik. Capaian tersebut diraih di tengah keterbatasan jumlah personel. Menurut pemerhati isu-isu kepolisian R. Haidar Alwi, saat ini rasio personel Polri dengan penduduk Indonesia masih berada pada angka 1 banding 631.
Artinya, Haidar menyatakan bahwa setiap personel Polri harus mampu memberikan pelayanan kepada 631 orang. Dengan kapasitas sumber daya yang belum ideal, setiap personel Polri memikul tanggung jawab yang luar biasa besar. Khususnya dalam urusan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai tugas pokok polisi.
"Keterbatasan infrastruktur dan personel merupakan tantangan yang seharusnya berdampak pada kualitas pelayanan keamanan. Namun, Polri mampu mengkompensasi kekurangan tersebut melalui strategi operasional yang adaptif, modernisasi teknologi kepolisian, dan penguatan kehadiran di tengah masyarakat," ungkap Haidar Alwi pada Jumat (21/11).
Baca Juga: Profil Irjen Argo Yuwono, Jenderal Polri yang Ditarik dari Kementerian UMKM Pasca Putusan MK
Menurut pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) tersebut, kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo turut berpengaruh dalam pencapaian itu. Menurut dia, saat ini Polri terus berubah dan berbenah. Dia melihat perubahan besar di Korps Bhayangkara telah bergerak ke arah yang benar. Namun, keberhasilan mempertahankan keamanan nasional tidak hanya menjadi beban bagi Polri sendiri.
"Reformasi hukum harus mencakup hingga kejaksaan dan pengadilan sebagai syarat mutlak terciptanya ekosistem penegakan hukum yang efektif, berkeadilan, dan berintegritas. Indonesia membutuhkan sistem yang solid pada semua pilar agar keamanan dan rasa aman masyarakat tidak hanya sekadar angka dalam indeks, tetapi menjadi pengalaman nyata setiap warga negara," bebernya.
Merujuk pada skor total WISPI untuk Indonesia yang berada pada angka 0,510 dan peringkat Indonesia di posisi 63 dari 125 negara, Haidar Alwi menyampaikan, posisi tersebut menegaskan bahwa Indonesia bukan negara yang paling aman. Namun, Indonesia berada jauh dari kategori buruk. Sebab, stabilitas keamanan nasional terjaga, kejahatan dapat dikendalikan, dan rasa aman masyarakat meningkat.
"Namun, peringkat itu sekaligus menjadi alarm bahwa reformasi sistem penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada Polri semata. Penguatan kapasitas Polri, peningkatan integritas kejaksaan dan pengadilan, serta harmonisasi antar-penegak hukum adalah kunci untuk mendorong Indonesia naik kelas dalam peta keamanan global," ujarnya.
Lebih lanjut, Haidar Alwi mengungkapkan dengan situasi geopolitik, keragaman sosial, dan dinamika keamanan dalam negeri yang kompleks seperti di Indonesia, pencapaian Indonesia yang dicatat oleh WISPI tidak cuma patut mendapatkan apresiasi, melainkan juga membuktikan bahwa transformasi institusi Polri sudah berjalan pada trek yang tepat.
Saat ini, Pemerintah Indonesia di bawah kendali Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan reformasi di tubuh Polri. Melalui Komisi Percepatan Reformasi Polri, pemerintah berharap agar institusi kepolisian Indonesia di masa yang akan datang menjadi lebih baik dari saat ini. Pada bulan pertama bekerja setelah dilantik, komisi tersebut fokus menampung aspirasi masyarakat untuk perbaikan Polri.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
