Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 November 2025, 16.09 WIB

Gus Yahya Sebut Silaturahmi Alim Ulama Sesalkan Isu Pemakzulan, Minta Masalah Organisasi Dikembalikan ke AD/ART

Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menggelar silaturahmi bersama para alim ulama di tengah memanasnya isu pemakzulan yang mencuat usai Rapat Harian Syuriyah beberapa hari lalu.(Nurul F/ JawaPos.com).

JawaPos.com - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menggelar silaturahmi bersama para alim ulama di tengah memanasnya isu pemakzulan yang mencuat usai Rapat Harian Syuriyah beberapa hari lalu. Pertemuan digelar untuk meminta nasihat kepada para kiai sepuh guna meneguhkan kembali ketenangan organisasi sekaligus memastikan setiap dinamika dikembalikan ke AD/ART.

Dalam forum yang dihadiri lebih dari 50 kiai, baik hadir langsung maupun melalui zoom karena faktor usia dan jarak. Gus Yahya menyebut para ulama menyuarakan keprihatinan atas kegaduhan yang terjadi.

Mereka meminta agar seluruh persoalan mengacu sepenuhnya pada AD/ART serta diselesaikan tanpa memicu konflik baru. Bahkan, Gus Yahya menyampaikan para kiai menunjukkan sikap yang seragam terkait polemik yang berkembang belakangan ini.

“Tidak ada suara lain dari para kiai yang hadir ini selain menyesalkan apa yang terjadi dengan rapat harian syuriyah yang lalu berikut yang disebut hasil berupa risalahnya," kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Minggu (23/11) malam.

Ia menegaskan bahwa seluruh ulama sepakat agar penyelesaian persoalan organisasi kembali pada sistem yang berlaku. Selain itu, para alim ulama bersepakat agar segala hal yang kurang dan menjadi ganjalan dapat diselesaikan antarpimpinan.

“Semuanya menghendaki agar segala sesuatu yang jadi masalah dalam organisasi dikembalikan kepada AD/ART, dikembalikan kepada sistem aturan yang ada dan walaupun ada kekurangan-kekurangan, ganjalan-ganjalan harus diselesaikan bersama tanpa mengembangkan konflik diantara jajaran kepemimpinan yang ada," jelas Gus Yahya.

Selanjutnya para kiai, kata Gus Yahya, tidak membenarkan keputusan Rapat Harian Syuriyah yang disebut menghasilkan risalah dengan isu permintaan mundur atau pemecatan. Pasalnya, rapat harian syuriyah tidak berhak membahas hal tersebut.

"Maka rapat harian syuriyah tidak memiliki legal standing. Karena rapat harian syuriyah tidak berhak memberhentikan mandataris, itu masalahnya. Jadi rapat harian syuriyah itu mengikat, seluruh jajaran syuriyah, seluruh jajaran syuriyah itu yang ditetapkan dalam sistem aturan kita," beber Gus Yahya.

“Jadi apapun yang diputuskan mengenai siapapun di luar jajaran syuriyah, itu di luar jurisdiksinya syuriyah begitu. nah maka ini perlu dipahami. Sehingga tidak bisa misalnya rapat harian syuriyah itu memberhentikan siapa pun. Memberhentikan pengurus lembaga saja tidak bisa, apalagi mandataris," tambahnya.

Gus Yahya juga menyampaikan, itu karenanya, hasil rapat harian beberapa waktu lalu disebutnya tidak dapat dijalankan. Jika dipaksakan, kata Gus Yahya, yang terjadi justru hanya keributan berkepanjangan tanpa manfaat dan cenderung menjadi fitnah.

“Maka apa yang sebagai keputusan rapat harian suriah beberapa hari yang lalu, ya tidak bisa dieksekusi, tidak bisa mengikat, dan tidak akan ada ujungnya. Yang ada cuma ya keributan keributan yang tidak jelas arahnya, dan itu bisa dilihat dengan gamblang sekali," ungkap Gus Yahya.

"Maka para Kiai yang hadir pada malam hari ini menydari hal itu, melihat bahwa tidak ada arah yang maslahat, arah yang konstruktif selain berdamai, selain islah di antara yang berbeda pendapat dan tabayun terhadap informasi-informasi tidak jelas yang cenderung mengarah kepada fitnah supaya diklarifikasi dengan baik," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore