
Kapolri Listyo Sigit Prabowo di apel Kasatwil. (Mabes Polri)
JawaPos.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan dalam Apel Kasatwil di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor. Ia menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi semangat baru bagi Polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara lebih responsif dan adaptif.
Menurut Sigit, Apel Kasatwil pada tahun ini juga menjadi ruang bagi internal Polri untuk merefleksikan kembali doktrin Tribrata dan Catur Prasetya. Kedua nilai dasar itu disebut penting untuk memastikan setiap anggota mampu menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas.
“Intinya yang kita harapkan pada apel kasatwil ini tentunya ini menjadi semangat Polri untuk kemudian konsolidasikan ulang dan kemudian mewujudkan institusi Polri yang responsif, adaptif dan kemudian betul-betul bisa mewujudkan institusi Polri seperti apa yang diharapkan masyarakat,” kata Sigit.
Apel bertema Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat ini digelar di lingkungan Satlat Brimob Cikeas. Para Kapolda dan Kapolres dijadwalkan bermalam di tenda selama tiga hari sebagai bagian dari kegiatan pemantapan soliditas.
“Tentunya kegiatan ini yang pertama meningkatkan soliditas internal kekompakan utamanya. Bagaimana kita melakukan preview penanaman ulang doktrin kita Tribrata dan Catur Prasetya,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan bahwa hakikat tugas Polri adalah menjaga harkamtibmas, melaksanakan penegakan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terhadap masyarakat. Prinsip dasar itu menjadi pondasi pembahasan utama dalam Apel Kasatwil tahun ini.
Menurut Sigit, seluruh jajaran perlu melakukan evaluasi terhadap apa saja yang telah dikerjakan selama ini. Ia menegaskan perlunya memperbaiki kekurangan yang ada, termasuk merespons rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri.
“Semangat upaya Polri untuk respons komisi reformasi ini juga bagian dari upaya kita lakukan perbaikan,” ucap Sigit.
Dalam rangka memperkaya perspektif, Polri menghadirkan pembicara dari dalam negeri serta pihak Kepolisian Hongkong. Kehadiran mereka disebut bertujuan untuk mempelajari model penanganan demonstrasi yang lebih modern.
Sigit mengatakan bahwa ke depan, Polri akan mengubah pendekatan penanganan unjuk rasa dari konsep menjaga menjadi melayani. Hal ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen menjamin hak kebebasan berpendapat masyarakat.
“Di satu sisi kita juga tentunya miliki konsep dalam menghadapi rusuh massa yang tentunya apabila tidak kita kendalikan akan berdampak stabilitas kamtibmas,” ucap Sigit.
Pada Apel Kasatwil juga dilakukan peluncuran seragam Pamapta yang menggambarkan komitmen Polri memperkuat respons cepat terhadap aduan masyarakat. Seragam baru itu terintegrasi dengan layanan digital 110 sebagai bagian dari peningkatan layanan publik.
“Sehingga saat ada pengaduan, Polri bisa segera turun, termasuk bagaimana kita menguatkan interaksi pelayanan kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat,” tutup Sigit.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
