
Akademisi dan Inovator Bidang Pertanian, Ali Zum Mashar pada diskusi bertajuk
JawaPos.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan hanya program intervensi gizi, tetapi mesin penggerak untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Hal itu disampaikan Akademisi dan Inovator Bidang Pertanian, Ali Zum Mashar pada forum diskusi bertajuk 'Penguatan peran serta Masyarakat dalam Program MBG melalui Supply Rantai Pasok Lintas Sektor' di Tangerang Selatan, Senin (24/11).
"MBG ini merupakan sebagai perangsang atau daya tarik bangsa ini untuk swasembada. Karena apa? Swasembada merupakan bagian dari asta cita Presiden di asta cita kedua. Kita menjadi bangsa yang cukup makan, kemudian bisa mandiri dalam pangan, energi, serta ekonomi biru," ujarnya.
Menurut Ali, program ini juga membuka akses pasar yang besar dan dijamin oleh negara, sehingga menjadi pendorong kuat bagi petani serta industri pangan lokal untuk berkembang. "MBG adalah pasar yang pasti bagi bangsa ini yang dijamin oleh negara," sambungnya.
Ali mengungkapkan bahwa dirinya mendapat mandat khusus oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada kedelai dalam dua tahun. "Bulan Juni kemarin, Bapak Presiden memberikan tugas, mandat, ‘Bisa enggak kedelai dua tahun swasembada?’ Saya jawab, ‘Bisa, Bapak.’," ucapnya.
Ia menilai bahwa swasembada kedelai sangatlah krusial karena kedelai merupakan sumber utama protein MBG. Selama 35 tahun terakhir, lanjut Ali, komoditas kedelai Indonesia dikendalikan oleh perang proksi neoliberal.
"35 tahun kita pangan diatur oleh mereka Kalau kita bisa makan kedelai yang aman dan tidak membahayakan bahaya laten, kenapa tidak?," ujarnya.
Ia membeberkan bahwa mayoritas kedelai yang diimpor Indonesia adalah GMO yang didesain untuk pakan ternak. "Yang kita impor selama ini adalah kedelai GMO. Kalau kedelai lokal, hormon-hormon yang menyebabkan kewanitaan tinggi itu dengan kita masak, kasih panas, maka itu hormon itu sudah rusak, berubah jadi protein. Nah, MBG ini yang kita perlukan adalah proteinnya," kata Ali.
Kedelai Garuda Merah Putih: Sumber Protein MBG
Indonesia kini memiliki varietas kedelai lokal unggulan hasil inovasi Ali bernama Garuda Merah Putih, non-GMO, dengan produktivitas tinggi. "Produksinya 5,3 ton per hektar, kadar proteinnya 36 persen, non-GMO. Lemaknya lemak baik, 19 persen," paparnya.
Varietas ini tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Jika diolah menjadi susu kedelai, nilai jualnya meningkat hingga empat kali lipat. "Kalau kita olah menjadi susu, bisa menjadi duitnya Rp66.000, meningkat empat kali lipat," kata Ali.
Susu kedelai ini dinilai sangat ideal untuk Program MBG karena murah, bernutrisi tinggi, dan bisa diproduksi secara lokal. "Susu kedelai ini merupakan kebutuhan protein anak dan ibu yang sedang hamil bayi, nilai gizinya tidak kalah dengan susu kemasan harganya sepertiga," tambah Ali.
Dalam mempercepat swasembada kedelai, Presiden telah menetapkan alokasi lahan 1 juta hektar dan membentuk Agrinas Kedelai. Selain itu, Ali mendapat penugasan untuk mengelola 2.000 hektar lahan khusus untuk produksi benih di Subang. "Ini bukan kerjaan "omon-omon" dari Presiden. Ini kerja nyata dan langsung eksekusi," ucapnya.
Dampak Ekonomi MBG
Berdasarkan perhitungannya, jika pasokan MBG sepenuhnya ditopang kedelai lokal, dampak ekonominya akan sangat besar. Dengan pengembangan 1 juta hektar kedelai, setidaknya 10 juta lapangan kerja dapat tercipta.
"Per hektarnya paling tidak 10 orang terlibat kalau di-create 1 juta, maka negara ini menyiapkan lapangan kerja terbuka 10 juta. Dengan pendapatan satu orang minimal Rp7 juta sampai Rp8 juta per bulan," ungkapnya.
Dengan demikian, perputaran ekonominya diperkirakan mencapai Rp200 triliun per tahun, jauh lebih besar dibanding nilai impor kedelai sebesar Rp67 triliun.
Untuk meningkatkan produktivitas, Ali menggunakan teknologi organik berbasis Mikroba Google yang mendukung padi dan kedelai umur pendek dengan hasil melimpah, kunci untuk memenuhi kebutuhan MBG secara cepat dan masif.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
