Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Desember 2025, 00.42 WIB

Total 1.546 Ton Bantuan Sudah Dikirim TNI ke Aceh, Sumut, dan Sumbar Lewat Jalur Udara dan Jalur Laut

Bantuan yang dikirim oleh TNI untuk membantu korban terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (TNI) - Image

Bantuan yang dikirim oleh TNI untuk membantu korban terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (TNI)

JawaPos.com - Untuk membantu korban terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), TNI mengerahkan puluhan ribu prajurit dan ratusan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Sejak awal sampai hari ini (5/12), TNI juga sudah mendistribusikan 1.546 ton bantuan melalui jalur udara maupun jalur laut. 

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Freddy Ardianzah menyampaikan bahwa alutsista udara yang sudah tergelar untuk membantu penanggulangan bencana alam banjir bandang dan longsor tersebut terdiri atas 18 pesawat dan 36 helikopter. Sementara alutsista laut terdiri atas 14 KRI milik TNI AL dan 1 ADRI milik TNI AD.

”Rekapitulasi keseluruhan bantuan logistik yang dibawa dari udara maupun dibawa oleh KRI itu ada total bantuan logistik sejumlah 1.546,34 ton,” terang Freddy. 

Bantuan tersebut dikirim oleh TNI ke semua daerah terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Termasuk daerah yang sempat terisolir seperti Sibolga dan Tapanuli Tengah di Sumut, Agam di Sumbar, dan Aceh Tamiang di Aceh. Secara tegas Freddy memastikan bantuan untuk korban terdampak bencana akan terus didorong oleh TNI dan jajaran.

”Perlu saya sampaikan kepada rekan-rekan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar itu menjadi target percepatan. Mengingat memang situasi itu krisis, kemudian seperti yang disampaikan kemarin kebutuhan akan pangan, kebutuhan akan air bersih, kebutuhan akan kesehatan. Itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak,” jelasnya. 

Selain lewat jalur udara dan jalur laut, TNI juga melakukan dan mengupayakan distribusi bantuan melalui jalur darat. Upaya perbaikan jembatan yang sempat putus sudah dilakukan dengan memasang jembatan bailey. Jembatan tersebut berspesifikasi militer dan bisa digunakan untuk sementara waktu sebelum jembatan permanen dibangun kembali. 

”Jembatan dengan rangka baja yang memang biasa kami gunakan untuk militer spek, kemudian sistem modular portable, kemudian kami siapkan untuk membantu akses jalur transportasi yang terputus. Seperti di Aceh ada 2 titik yang kami bangun, yaitu di Aceh Bireun dan juga di Aceh Utara. Kemudian di Sumatera ada di Tapanuli Tengah. Di Sumatera Barat ada berapa titik yang kami akan bangun,” jelasnya. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore