Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Desember 2025, 22.06 WIB

Bupati Aceh Selatan Umrah Padahal Izinnya Ditolak Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Akhirnya Ditelepon Mendagri

Bupati Aceh Selatan Mirwan MS saat menunaikan ibadah umroh ditengah bencana yang melanda Aceh. (Istimewa)

JawaPos.com - Saat warganya menderita akibat banjir dan tanah longsor, Bupati Aceh Selatan Mirwan justru pergi umrah. Kemendagri pun turun tangan. Mirwan terancam dijatuhi sanksi. 

”Kami sangat menyayangkan begitu mengetahui da‌ri media bahwa Bupati Aceh Selatan saat ini sedang melaksanakan iba‌dah umrah," ungkap Kepala Pusat Penerangan (Ka‌puspen) Kemendagri Benni Irwan, Sabtu (6/12).  

Benni menuturkan, Aceh Selatan adalah salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang terdampak bencana. Kehadiran kepala daerah sangat penting untuk memastikan penanganan darurat dan pemulihan berjalan cepat. 

”Kehadiran dan keberadaan kepala daerah sangat dibutuhkan di tengah-te‌ngah masyarakatnya,” tegasnya. Ia mengungkapkan, Mendagri Tito Karnavian telah menghubungi langsung Bupati Mirwan untuk meminta klarifikasi. 

"Yang bersangkutan me‌ngaku tidak ada izin gubernur maupun Mendagri dan akan pulang besok (hari ini, Red),” jelasnya. 

Benni mengatakan, tim dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri juga sudah bergerak menuju Aceh untuk melakukan pemeriksaan terhadap Mirwan setibanya di Tanah Air. 

Benni menambahkan, Gu‌bernur Aceh Muzakir Manaf sebelumnya menolak izin perjalanan luar negeri yang diajukan Bupati Mirwan. Penolakan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 100.1.4.2/18413 tertanggal 28 November 2025. Permohonan itu ditolak karena Aceh sedang dalam status tanggap darurat bencana hidrometeorologi, termasuk Kabupaten Aceh Selatan yang telah menetapkan status tanggap darurat berdasarkan keputusan Bupati Mirwan sendiri. 

Korban Bencana Terancam Penyakit

Penanganan korban bencana dan pengungsi perlu dipercepat. Pusat Krisis (Puskris) Kementerian Kesehatan merilis terdapat 181 kasus penyakit yang ditemukan di daerah pengungsian. Penyakit tertinggi berupa infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). 

Di luar kasus yang ditemukan di lapangan, Puskris dan Dinkes Sumbar siap mengantisipasi potensi beberapa penyakit. Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Sumbar Saiful Jamal menuturkan, Puskris merilis potensi peningkatan penyakit.  

"Setelah bencana terjadi dan masyarakat berada di pos pengungsian atau sekitar tempat tinggalnya, kondisi air dan sanitasi menjadi perhatian dinas kesehatan," ujarnya saat memberikan keterangan pers di Posko Terpadu Sum‌bar, Jumat (5/12). 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore