Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Desember 2025, 02.08 WIB

Kementerian PU Percepat Penanganan Darurat Pascabencana di Aceh, Fokus Buka Akses Jalur Logistik

Menteri PU, Dody Hanggodo menyebut pihaknya masih mengurus serangkaian kajian teknis terkait pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jumat (14/11). (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Menteri PU, Dody Hanggodo menyebut pihaknya masih mengurus serangkaian kajian teknis terkait pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jumat (14/11). (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I terus mempercepat penanganan darurat pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh. Langkah cepat ini ditempuh untuk memulihkan aktivitas masyarakat serta memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan seluruh unsur teknis Kementerian PU bergerak serentak bersama pemerintah daerah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Prioritas pertama adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman. Kementerian PU akan terus menambah dukungan alat berat dan personel sesuai kebutuhan, serta bekerja dengan BPBD dan pemerintah daerah agar penanganan berlangsung efektif,” kata Dody kepada wartawan, Minggu (7/12).

Sebagai tindak lanjut, BWS Sumatera I mengerahkan berbagai alat berat ke daerah terdampak. Ia menjelaskan, Kabupaten Pidie dikershkan satu unit wheel loader dan satu excavator dikerahkan untuk membersihkan akses jalan dan area yang tertimbun material banjir.

Sementara, Kabupaten Pidie Jaya dikerahkan loader dan excavator bekerja membersihkan sampah dan lumpur di Desa Blang Awe Meureudu, Teupin Pukat, dan Simpang Tiga Meureudu.

Kabupaten Bireuen dikerahkan dua unit excavator diterjunkan untuk membersihkan akses jalan inspeksi serta kawasan Dayah Mudi Samalanga. Selanjutnya, Kabupaten Aceh Utara pembersihan dilakukan di akses Desa Maddi–Baree Blang yang sebelumnya terputus total.

Tak hanya itu, Kabupaten Aceh Tamiang juga dikerahkan alat berat dikerahkan untuk menangani material banjir. Sementara, Kabupaten Aceh Barat dikerahkan pembersihan akses dilakukan di Kecamatan Pante Ceureumen.

Hingga di Kabupaten Aceh Tenggara penanganan difokuskan pada normalisasi Sungai Lawe Bulan dan sungai-sungai lain di sekitar Kutacane untuk menekan risiko banjir susulan.

Selain penanganan fisik, Kementerian PU melalui BWS Sumatera I juga mengirimkan bantuan logistik berupa selimut, kasur lipat, air mineral, dan kebutuhan dasar lainnya ke berbagai posko pengungsian.

Kementerian PU memastikan tim BWS Sumatera I akan tetap siaga dalam mendukung percepatan pemulihan, mulai dari pembukaan kembali akses, normalisasi sungai, hingga penyaluran logistik lanjutan.

"Seluruh program ini merupakan bagian dari program Setahun Bekerja, Bergerak–Berdampak dalam rangka menjalankan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto," pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore