Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Desember 2025, 18.09 WIB

Presiden Prabowo Minta Mendagri Proses Bupati Aceh Selatan yang Pergi Umrah saat Bencana

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi terkait penanganan bencana di Banda Aceh, Minggu (7/12) malam. (Istimewa) - Image

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi terkait penanganan bencana di Banda Aceh, Minggu (7/12) malam. (Istimewa)

JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan setiap kepada kepala daerah harus siap menghadapi situasi krisis di wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat penanganan bencana di Banda Aceh, Minggu (7/12) malam.

Hal itu disampaikan Prabowo di tengah sorotan terhadap Bupati Aceh Selatan, Mirwan, yang diduga pergi menunaikan ibadah umrah tanpa izin saat daerahnya dilanda banjir bandang.

Prabowo mengawali arahannya dengan menyampaikan apresiasi atas kehadiran para kepala daerah yang hadir dalam rapat tersebut. Namun, ia menegaskan para bupati dipilih untuk menghadapi situasi sulit, terutama ketika bencana melanda wilayah masing-masing.

“Terima kasih, hadir semua bupati? Terima kasih ya para bupati. Kalian yang terus berjuang untuk rakyat. Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan,” kata Prabowo.

Prabowo melontarkan sindiran tajam kepada kepala daerah yang meninggalkan wilayahnya saat bencana terjadi. Ia meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk menindak tegas bupati yang tidak berada di tempat ketika rakyat membutuhkan.

“Kalau ada yang mau lari, lari saja enggak apa-apa hehe. Copot. Mendagri bisa ya diproses ini?” tegas Prabowo.

“Bisa, Pak,” jawab Mendagri Tito Karnavian.

Prabowo menyebut, dalam dunia militer, tindakan meninggalkan tugas pada kondisi genting disebut desersi, sebuah pelanggaran berat yang tidak dapat ditoleransi.

“Itu kalau tentara namanya desersi. Dalam keadaan bahaya, meninggalkan anak buah, waduh itu enggak bisa. Saya enggak mau tanya partai mana. Sudah kau pecat?” sentilnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat tetap akan mendukung para bupati yang bekerja di garis depan dalam penanganan bencana.

“Baik Mendagri, terima kasih. Saya lihat bupati pada senyum semua itu? Pokoknya kita dukung terus,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyayangkan tindakan Bupati Aceh Selatan Mirwan yang diduga pergi umrah di tengah terjadinya bencana. Mirwan disebut berpotensi dijatuhi sanksi atas sikapnya tersebut.

”Kami sangat menyayangkan begitu mengetahui dari media bahwa Bupati Aceh Selatan saat ini sedang melaksanakan ibadah umrah," ujar Kepala Pusat Penerangan (Ka puspen) Kemendagri Benni Irwan, Sabtu (6/12).

Benni menjelaskan bahwa Aceh Selatan merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, sehingga kehadiran kepala daerah sangat dibutuhkan untuk memastikan penanganan darurat dan pemulihan berjalan cepat.

Ia menambahkan, tim dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri telah bergerak menuju Aceh untuk melakukan pemeriksaan terhadap Mirwan setibanya di Tanah Air.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore