Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Desember 2025, 04.17 WIB

Menteri Bahlil Klarifikasi soal 'Prank' Listrik di Aceh Belum Nyala 93 Persen Saat Kunjungan Prabowo

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers, Selasa (9/12). (ANTARA)

 

JawaPos.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan klarifikasi terkait polemik rasio elektrifikasi Aceh yang disebut belum mencapai 93 persen saat kunjungan Presiden Terpilih Prabowo Subianto beberapa hari lalu. 

Bahlil menegaskan bahwa informasi mengenai target 93 persen elektrifikasi bukanlah klaim sembarangan, melainkan laporan resmi dari PT PLN (Persero) yang disampaikan dalam rapat terbatas sebelum kunjungan Prabowo

“Yang pertama, kami dapat memahami perasaan dari saudara-saudara kami yang masih dalam bencana. Sesungguhnya malam itu, ada rapat terbatas di mana ratas itu sebelumnya saya melakukan rapat dengan PLN dengan Pertamina,” ujar Bahlil, seperti dikutip Jumat (12/12). 

Ia menjelaskan bahwa sebagai Menteri ESDM, dirinya meminta laporan langsung dari Pertamina dan PLN terkait perkembangan pemulihan energi. 

Dalam laporan itu, PLN menyebut rasio elektrifikasi diperkirakan akan mencapai 93 persen pada Minggu (7/12) malam atau paling lambat Senin (8/12). 

“Dan waktu itu PLN melaporkan kepada saya bahwa rasio elektrifikasi itu nanti di tanggal 7 hari Minggu malam, hari Senin paling lambat itu sudah mencapai 93 persen,” jelasnya. 

Bahlil menambahkan, laporan teknis tersebut kemudian dibahas dalam tim penanganan bencana sebelum akhirnya ia melaporkannya kepada Presiden. PLN juga menyampaikan hal yang sama dalam forum resmi tersebut. 

“Atas dasar laporan, karena mereka yang kuasai teknis. Teman-teman PLN yang menguasai teknis atas laporan itu kemudian dirapatkan dalam tim bencana, kemudian saya melaporkan kepada Bapak Presiden dan itu juga dilaporkan oleh PLN. Kira-kira itu ceritanya,” jelasnya. 

Menurut Bahlil, keterlambatan pemulihan listrik bukan karena kesalahan personal, melainkan adanya kendala teknis di lapangan, terutama pada sistem penyaluran dari gardu induk. Kendati demikian, Bahlil meminta untuk tidak menyalahkan siapa-siapa terkait persoalan ini. 

“Tapi tidak usah kita menyalahkan siapa-siapa karena sesungguhnya kalau tidak ada kendala di bagian retifikasi di gardu induk yang dari Bireun ke Banda Aceh,” tukasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore