
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (dua kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta ke 12 Sutiyoso (tiga kiri) menyaksikan pembongkaran tiang Monorel di jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (15/01/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pembongkaran 109 tiang monorel mangkrak sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, mulai dikerjakan hari ini, Rabu (14/1). Namun, perlakuan berbeda akan diterapkan untuk tiang-tiang monorel yang berada di kawasan Senayan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa tidak semua tiang di kawasan Jalan Asia Afrika, Senayan, akan diruntuhkan. Pemerintah berencana memanfaatkan struktur beton tersebut untuk kepentingan komersial seperti videotron maupun reklame.
"Kalau ini sudah berjalan dengan baik karena yang di Senayan memang beberapa pasti akan kami bongkar, tetapi beberapa akan kami sisakan untuk apa videotron dan sebagainya untuk reklame," ujar Pramono di Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (14/1).
Pramono menjelaskan bahwa pengerjaan di kawasan Senayan baru akan dieksekusi setelah pembersihan di jalur Rasuna Said tuntas. Pemerintah menargetkan penataan ini rampung pada September 2026 mendatang.
"Jadi yang sekarang ini yang kita prioritaskan yang ada di tempat ini. Mudah-mudahan September selesai," katanya.
Pramono juga meluruskan simpang siur mengenai besaran anggaran proyek ini. Ia menegaskan bahwa biaya untuk merobohkan tiang beton tersebut tidak semahal yang dibayangkan publik.
Biaya pembongkaran tiang monorel di Rasuna Said hanya menelan anggaran sekitar Rp254 juta. Angka yang jauh lebih besar justru dialokasikan untuk revitalisasi total kawasan setelah tiang-tiang tersebut hilang.
"Kemudian untuk penataan secara keseluruhan nanti ada jalan, ada selokan ada taman kemudian ada pendestrian diperkirakan Rp102 miliar. Sehingga sekaligus saya ingin meluruskan bahwa yang Rp100 miliar itu bukan motongnya, motongnya hanya Rp254 juta rupiah," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menambahkan, penataan menyeluruh akan meliputi perbaikan badan jalan, trotoar, taman, hingga sistem drainase.
"Untuk penataan jalan dan trotoar secara keseluruhan itu kita schedule-kan sampai di September. Tapi ya kami upayakan kalau memang bisa dipercepat, akan kami lakukan percepatan," tutur Heru.
Dengan penataan ini, diharapkan masalah genangan air yang sering terjadi di kawasan tersebut dapat teratasi melalui sistem saluran air baru.
"Tentunya kami akan melakukan penataan jalan dan trotoar, dan itu sekaligus dengan penataan drainasenya. Jadi insyaallah setelah nanti jadi semua ya, ini kalau memang ada genangan sudah teralirkan ke drainase tepi jalan," imbuhnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
