Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Oktober 2025, 02.23 WIB

Konflik Wilayah Perbatasan Kamboja dengan Thailand Ganggu Rantai Pasokan Sektor Otomotif

Konflik antara Kamboja dan Thailand menyebabkan pasokan komponen otomotif beberapa merek di Kamboja terganggu. - Image

Konflik antara Kamboja dan Thailand menyebabkan pasokan komponen otomotif beberapa merek di Kamboja terganggu.

JawaPos.com - Meskipun konflik di wilayah perbatasan Kamboja dengan Thailand baru-baru ini telah mengubah sentimen konsumen dan mengganggu rantai pasokan penting, sektor otomotif Kamboja terus menunjukkan performa yang solid sepanjang tahun 2025.

Seiring dengan ketegangan yang memanas dan penutupan perbatasan untuk sementara, banyak konsumen Kamboja telah menunjukkan preferensi pada merek yang operasional dan kepemilikannya tidak terkait dengan Thailand.

Perubahan persepsi ini dapat dilihat di seluruh dealer dalam negeri, dengan fokus yang beralih ke produsen yang tidak terafiliasi dengan Thailand.

Salah satu dealer yang merasakan dampaknya adalah RMA Cambodia, distributor resmi Ford. Meskipun RMA adalah organisasi global, kantor pusatnya berada di Thong Lor, Bangkok, seperti yang disebutkan di situs web resmi mereka. Koneksi ini menimbulkan keraguan dari pembeli selama sengketa perbatasan.

Menanggapi situasi ini, CEO RMA Cambodia menegaskan kembali kepada publik mengenai identitas internasional perusahaan tersebut, dengan menekankan bahwa RMA beroperasi sebagai bagian dari jaringan global, bukan perusahaan yang berbasis di Thailand.

Meskipun pernyataan ini membantu meredakan kekhawatiran publik, perusahaan tersebut masih menghadapi dampak yang cukup terasa dari perubahan persepsi konsumen.

Toyota, merek terkemuka lainnya dengan pengoperasian perakitan di Thailand, menghadapi kesulitan dari segi pasokan, bukan reputasi. Penutupan sementara di perbatasan memperlambat impor kendaraan dan logistik, yang mengancam kelancaran pasokan suku cadang dan komponen dari Thailand ke Kamboja.

Para pengamat industri mengindikasikan bahwa gangguan ini dapat menimbulkan implikasi jangka panjang jika tidak ada upaya diversifikasi terhadap rute logistik untuk mengurangi ketergantungan pada pengangkutan lintas batas.

Di saat yang sama, merek tanpa koneksi produksi atau distribusi dengan Thailand menunjukkan pertumbuhan yang stabil di sepanjang tahun ini. Secara keseluruhan, pasar Kamboja tetap dinamis: menurut Khmer Times, penjualan mobil baru menunjukkan peningkatan sebesar 48% pada kuartal pertama 2025 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

BYD merupakan salah satu merek dengan performa yang menonjol, dengan pertumbuhan pesat dalam segmen kendaraan listrik dan hybrid sejak awal 2025.

Menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi Kamboja, negara ini mencatat registrasi 2.253 kendaraan listrik pada tahun 2024, naik 620% dari tahun 2023, munukil dalam laman English.news.cn.

BYD sendiri mengambil porsi hampir 30% dari registrasi tersebut, dengan 658 unit; (Jingsun Car). Jejak industrinya juga meluas: pada bulan April 2025, BYD membuka pabrik barunya di Sihanoukville dengan kapasitas yang diumumkan sebanyak 10.000 kendaraan per tahun; (Reuters).

MG juga melanjutkan tren peningkatannya, yang memperkuat posisi mereka dalam kategori SUV dan mencurahkan investasi dalam jumlah besar untuk layanan purnajual.

"Merek MG meraih pertumbuhan penjualan 50% pada tahun 2025. Upaya ini telah membangun kepercayaan konsumen di pasar yang sering kali menghadapi tantangan berupa maraknya kendaraan impor paralel yang rusak atau di bawah standar," diungkapkan Cambodia Investment Review.

Pasar kendaraan listrik juga terus bertambah ramai dengan hadirnya sejumlah pabrikan baru dari Tiongkok. Merek-merek ini makin meningkatkan persaingan dengan menawarkan model yang lebih beragam dan harga terjangkau.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore