Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Oktober 2025, 22.02 WIB

Perjuangan Ford di Indonesia Berat Bersaing dengan Jenama yang Lakukan Produksi Lokal di Indonesia

Next-Gen Ford Everest Titanium dipasarkan mulai dari Rp 1,04 miliar on the road (OTR) DKI Jakarta. - Image

Next-Gen Ford Everest Titanium dipasarkan mulai dari Rp 1,04 miliar on the road (OTR) DKI Jakarta.

JawaPos.com - Ford Indonesia melalui RMA rupanya memilih strategi alat yang berbeda, dimana bukan mengejar volume masif, melainkan fokus ke segmen menengah-atas, double cabin atau SUV, serta memperkuat layanan dealer atau purna jual.

Misalnya per 2024, jaringan dealer 3S (Sales, Service, Sparepart) Ford tersebar di beberapa wilayah Indonesia termasuk Sumatra, Jawa & Bali, Kalimantan.

Namun bukan berarti merek asal Amerika tersebut lepas dari tantangan. Tantangan ke depan adalah masalah impor, pasalnya Ford masih mengimpor mobil secara utuh (CBU). Ford menghadapi tantangan dari sisi biaya, pajak/kuota serta persaingan dengan merek yang lokal produksi atau rakitan.

Dengan angka penjualan di kisaran ratusan unit saja (2024: kurang lebih 600 unit), Ford masih berada jauh di belakang merek-utama di Indonesia.

Harus diakui bahwa loyalitas konsumen Ford secara historis tinggi, namun masa “keluar” Ford dari pasar sempat menciptakan keraguan bagi sebagian konsumen.

Ford memilih segmen SUV/double cabin bukan pasar massal — yang berarti mereka menghadapi tantangan dari merek Jepang/Korea yang lebih kuat di pasar massal.

Bila bicara penjualan tercatat, hingga khir periode Januari – September alias di akhir tiga kuartal pertama 2025, Ford Indonesia telah menjajakan Ford Everest (SUV), Ford Ranger dan Ranger Raptor (pickup), serta Ford Mustang (mobil sport/muscle car).

Melihat cacatan yang dihimpun dari data  Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan sepanjang periode Januari – September 2025, jumlah mobil Ford di Indonesia yang terjual dari pabrik ke dealer (wholesales) sebanyak 553 unit.

Jumlah penjualan grosir ini merosot 8,6 persen dibanding periode sama di tahun 2024. Sedangkan di saat yang sama, total jumlah yang terjual dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel sebanyak 603 unit. Jumlah penjualan eceran itu merosot 3,1 persen dibanding Januari – September 2024.

Sedangkan di bulan September saja, Ford Indonesia mencatat angka wholesales 50 unit, turun 18 persen dibanding bulan September 2024. Adapun penjualan ritel di bulan kesembilan 2025 itu sebanyak 62 unit, anjlok 11,4 persen.

Jika Ford dapat memperkuat jaringan dealer/after-sales, serta menyesuaikan produk dengan preferensi pasar Indonesia (biaya, layanan, fitur), maka merek ini bisa memperkuat posisinya walau tetap dalam niche yang relatif spesifik.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore