Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Januari 2026, 21.26 WIB

Radiator Mobil Sering Bermasalah? Bisa jadi Kamu Lalai Merawatnya, Ini 5 Cara Simpel tapi Krusial

Ilustrasi radiator mobil. (Pinterest)

JawaPos.com - Radiator punya peran vital dalam menjaga suhu mesin mobil tetap stabil. Sayangnya, banyak pemilik kendaraan yang masih menganggap perawatan radiator sebagai hal sepele dan baru memperhatikannya ketika masalah overheat sudah terjadi. Padahal, radiator justru perlu dicek dan dirawat secara rutin agar performa mesin tetap optimal.

Perawatan radiator tidak selalu harus dilakukan di bengkel. Kamu bisa melakukan pengecekan sederhana sendiri, bahkan setiap pagi sebelum mobil digunakan, terutama jika mobil sering dipakai untuk perjalanan jauh atau ke luar kota.

Berikut 7 cara perawatan radiator mobil yang perlu benar-benar kamu perhatikan seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Rutin Mengecek Volume Air Radiator

Langkah paling dasar namun sering dilupakan adalah mengecek volume air radiator. Banyak pemilik mobil tidak menyadari bahwa air radiator yang berkurang dapat menurunkan kemampuan sistem pendingin dalam menyerap panas mesin. Akibatnya, suhu mesin akan lebih cepat naik.

Jika volume air radiator terlalu rendah, tekanan dalam sistem pendingin bisa terganggu dan memicu proses vakum yang mengalirkan cairan ke tabung cadangan. Kondisi ini berisiko tinggi menyebabkan mesin overheat. Karena itu, pastikan volume air radiator selalu berada pada batas indikator yang dianjurkan.

2. Membersihkan atau Menguras Tangki Radiator secara Berkala

Selain mengecek volumenya, kamu juga perlu rutin menguras air radiator. Pengurasan bertujuan mencegah penumpukan kotoran dan korosi di dalam tangki serta saluran radiator. Idealnya, pengurasan dilakukan secara berkala, misalnya setiap beberapa minggu, tergantung intensitas pemakaian mobil.

Dengan radiator yang bersih, komponen berbahan logam akan lebih terlindungi dari karat. Aliran cairan pendingin pun menjadi lebih lancar sehingga radiator dapat bekerja maksimal dalam menjaga suhu mesin.

3. Hindari Mengisi Radiator dengan Air Keran

Kesalahan umum lainnya adalah menggunakan air keran untuk mengisi radiator. Air keran umumnya mengandung mineral dan zat besi yang cukup tinggi, yang dalam jangka panjang bisa memicu karat pada komponen radiator.

Sebagai gantinya, gunakan air radiator atau cairan pendingin khusus yang memang dirancang untuk sistem pendingin mobil. Jenis cairan ini lebih aman karena tidak menimbulkan endapan maupun korosi yang merusak radiator.

4. Gunakan Radiator Coolant Sesuai

Untuk hasil perawatan yang lebih optimal, kamu disarankan menggunakan radiator coolant sesuai spesifikasi kendaraan. Coolant tidak hanya berfungsi sebagai pendingin, tetapi juga membantu membersihkan kotoran dan sisa karat yang menempel di dalam sistem radiator.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore