Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Februari 2026, 16.39 WIB

Jarang Disadari! Ini 7 Kesalahan Pengguna Motor Matic yang Bikin Mesin Cepat Rusak

Ilustrasi: Bongkar CVT motor matic. (Wahana Honda) - Image

Ilustrasi: Bongkar CVT motor matic. (Wahana Honda)



JawaPos.com-Motor matic sudah menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat Indonesia. Praktis, nyaman, dan mudah dikendarai membuat jenis motor ini dipilih untuk kebutuhan harian hingga pekerjaan.

Namun di balik kemudahan itu, masih banyak pengguna yang tanpa sadar melakukan kesalahan dalam perawatan maupun penggunaan.
Kesalahan-kesalahan ini kerap dianggap hal biasa. Padahal, jika dibiarkan terus-menerus, dampaknya bisa merusak komponen penting dan membuat biaya perawatan membengkak.

Berikut ini adalah 7 kesalahan yang tanpa disadari kerap dilakukan oleh para pengguna motor matic.

1. Jarang Servis CVT

CVT merupakan jantung dari sistem penggerak motor matic. Sayangnya, banyak pemilik hanya fokus mengganti oli mesin, sementara servis CVT sering diabaikan. Akibatnya, tarikan motor terasa berat, muncul getaran, bahkan suara kasar.
Idealnya, CVT dibersihkan setiap 8.000–10.000 kilometer agar performa tetap optimal.

2. Menggunakan Oli Asal-asalan

Masih banyak pengguna motor matic yang memilih oli berdasarkan harga murah, tanpa memperhatikan spesifikasi. Padahal, motor matic membutuhkan oli dengan karakter tertentu agar komponen mesin tetap terlindungi.
Pemilihan oli yang tidak sesuai bisa mempercepat keausan mesin dan menurunkan performa dalam jangka panjang.

3. Sering Menarik Gas Secara Mendadak

Kebiasaan membuka gas secara spontan, terutama dari kondisi diam, memberi beban besar pada CVT dan v-belt. Dalam jangka panjang, komponen ini bisa cepat aus dan menimbulkan selip.

Gaya berkendara yang halus bukan hanya membuat motor lebih awet, tetapi juga meningkatkan efisiensi bahan bakar.

4. Membiarkan Tangki BBM Terlalu Sering Kosong

Mengendarai motor matic dengan kondisi bahan bakar hampir habis ternyata tidak dianjurkan. Endapan kotoran di dasar tangki bisa tersedot ke sistem pembakaran dan mengganggu kinerja mesin. Menjaga level BBM tetap aman membantu sistem injeksi bekerja lebih optimal.

5. Mengabaikan Kondisi Ban

Ban sering kali luput dari perhatian, padahal berpengaruh besar terhadap kenyamanan dan keselamatan. Tekanan ban yang tidak sesuai membuat motor terasa berat dan konsumsi BBM menjadi lebih boros. Cek tekanan ban secara rutin, terutama bagi pengguna motor matic harian.

6. Terlalu Lama Memanaskan Mesin

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore