Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 November 2025, 15.50 WIB

10 Kekuatan yang Diam-diam Dimiliki oleh Seseorang yang Tumbuh dari Orang Tua yang Bercerai

Ilustrasi orang tua bercerai (freepik) - Image

Ilustrasi orang tua bercerai (freepik)

JawaPos.com - Tidak semua kekuatan berasal dari perjalanan hidup yang mudah. Sebagian tumbuh dari masa-masa yang retak, dari keputusan orang dewasa yang tidak Anda pilih, dari perubahan besar yang datang terlalu dini.

Menurut Farley Ledgerwood, penulis di geediting.com yang telah mengamati dinamika keluarga, masa kecil yang dibentuk oleh perceraian sering kali melahirkan keterampilan yang tidak diajarkan di ruang kelas mana pun.

Farley sudah melihatnya pada teman-temannya, para pembacanya, dan keluarganya sendiri: pengalaman masa kecil yang terbelah dua bisa meninggalkan bekas, tetapi bekas itu juga membangun kekuatan.

Anak-anak yang tumbuh di antara dua rumah, dua jadwal, dan kadang dua versi cerita, sering membawa 10 kemampuan tertentu yang kemudian menjadi keunggulan saat mereka dewasa.

Jika beberapa poin di bawah ini terasa familiar, itu bukan kebetulan. Itu bukti ketangguhan yang terlatih sejak dini. Apa saja itu? Berikut ulasan lengkapnya dilansir dari laman geediting.com.

1. Mampu Membaca Situasi Layaknya Seorang Profesional

Farley sering mengatakan bahwa anak-anak korban perceraian mengembangkan semacam radar emosional yang sangat sensitif.

Mereka belajar mengenali nada suara, ekspresi kecil, hingga perubahan energi ruangan—bukan untuk memata-matai, tetapi untuk bertahan.

Dulu, mengetahui apakah Ibu sedang kewalahan atau Ayah diam lebih lama dari biasanya bisa menentukan seperti apa malam itu berjalan.

Radar itu tetap ada hingga dewasa. Anda mampu melihat tanda-tanda rapat yang mulai melenceng atau mendengar “Aku baik-baik saja” dari teman yang jelas tidak baik-baik saja.

Manfaatnya: kemampuan membaca suasana ini adalah modal besar untuk pemimpin, pasangan, maupun pengasuh.

Kalimat sederhana seperti “Mau istirahat sebentar?” sering kali dapat menyelamatkan banyak hal sebelum meledak.

2. Mampu Beradaptasi dengan Cepat dalam Segala Situasi

Dua rumah berarti dua gaya hidup. Di satu rumah sepatu harus dilepas di pintu, di rumah lain kartun pagi dinyalakan kencang. Anak mempelajari dua sistem aturan sekaligus tanpa banyak mengeluh. 

Farley menyebutnya “fleksibilitas paksa”—keterampilan yang kini berubah menjadi kemampuan adaptasi yang sangat berharga. Bos baru, pindah kota mendadak, atau rencana yang berantakan bukan lagi ancaman besar.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore