Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Januari 2026, 22.19 WIB

Menurut Psikologi, 7 Kebiasaan yang Harus Dilakukan Orang Tua Jika Anak Kena Bully Temannya

Ilustrasi pembullyan (Freepik)

JawaPos.com- Pembullyan sering terjadi di lingkungan sosial anak. Terutama di sekolah atau lingkup bermain anak.

Banyak anak yang gagal menghadapi bullyan temannya. Hal itu dikarenakan kurangnya keterampilan orang tua untuk mengajari anak untuk menghadapi bullyan.

Orang tua sangat berperan aktif untuk membentuk sikap dan perilaku anak. Dengan begitu akan menjadi seseorang yang lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi bullyan temannya.

Lantas apa saja yang harus dilakukan oleh orang tua agar anak bisa menghadapi bullyan temannya?

Dilansir dari laman Psychologytoday, inilah 7 kebiasaan yang harus dibangun oleh orang tua jika anak kena bully

  1. Cari bantuan

Para pelaku pembullyan beraksi dengan membuat korbannya merasa sendirian dan tidak berdaya.

Maka dari itu biasakan anak jika kena bully, mereka harus mencari bantuan. Baik itu dari teman mereka yang setia atau orang dewasa disekitarnya. 

Anak-anak mendapatkan kembali kekuatan mereka ketika mereka menjalin dan mempertahankan hubungan dengan teman-teman yang setia dan orang dewasa yang mendukung. 

  1. Laporkan kepada sekolah

Ajari anak Anda bahwa tugasnya adalah menciptakan kesadaran. Jelaskan kepada anak-anak bahwa memberi tahu orang dewasa tentang pembullyan bukanlah tanda pengecut, melainkan langkah yang berani dan kuat. 

  1. Buat Anak memahami definisi mengadu

Pelaku pembullyan sering menggunakan pengucilan untuk membuat korban merasa sendirian, lemah dan tidak memiliki dukungan.

Dengan cara ini, pelaku merasa memiliki kekuasaan atas korban. 

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore