Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Februari 2026, 05.29 WIB

Jika Anda Dibesarkan di Rumah di Mana Emosi Tidak Dibahas, Psikologi Mengatakan Anda Mungkin Menunjukkan 8 Kebiasaan Ini Saat Ini

seseorang yang dibesarkan di rumah yang tak membahas emosi./Freepik/EyeEm - Image

seseorang yang dibesarkan di rumah yang tak membahas emosi./Freepik/EyeEm

JawaPos.com - Tidak semua luka masa kecil datang dalam bentuk kekerasan fisik atau kata-kata kasar. Ada luka yang jauh lebih sunyi, lebih halus, dan sering kali tidak terlihat: ketiadaan emosi.

Rumah yang tampak “baik-baik saja”, tanpa konflik besar, tanpa teriakan, tanpa drama—namun juga tanpa pelukan emosional, tanpa ruang untuk perasaan, tanpa validasi batin.

Jika Anda tumbuh di lingkungan di mana emosi tidak dibicarakan, tidak dikenali, atau bahkan dianggap lemah, kemungkinan besar Anda belajar satu hal penting: perasaan bukan sesuatu yang aman untuk diekspresikan.

Psikologi menyebut ini sebagai emotional neglect (pengabaian emosional)—bukan karena orang tua tidak peduli, tetapi karena mereka sendiri mungkin tidak pernah belajar cara mengenali dan mengelola emosi.

Dampaknya sering baru terasa saat dewasa.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (4/2), terdapat 8 kebiasaan yang sering muncul pada orang yang dibesarkan di rumah yang “sunyi secara emosional”, menurut perspektif psikologi:

1. Sulit Mengenali Perasaan Sendiri

Anda mungkin sering merasa “tidak enak”, “kosong”, atau “tidak nyaman”, tetapi tidak bisa menjelaskan apakah itu sedih, marah, kecewa, takut, atau kecewa.

Karena sejak kecil Anda tidak diajari memberi nama pada emosi, otak Anda tidak membangun “kamus emosi”.

Akibatnya:

Anda bingung dengan perasaan sendiri

Anda sulit menjelaskan isi hati

Anda lebih nyaman berpikir daripada merasa

Anda sering bilang: “Aku nggak tahu aku kenapa”

Ini disebut emotional illiteracy — bukan karena bodoh secara emosi, tapi karena tidak pernah diajari bahasanya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore