Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Oktober 2025, 16.03 WIB

Hari Sumpah Pemuda, Rano Karno Beri Wejangan untuk 1.142 Mahasiswa UBL

Ilustrasi Sumpah Pemuda 28 Oktober - Image

Ilustrasi Sumpah Pemuda 28 Oktober

JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berkesempatan menyampaikan pesan di Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober kemarin. Pesan tersebut ia sampaikan di hadapan 1.142 mahasiswa Universitas Budi Luhur (UBL) di Jakarta Convention Center.

Rano menegaskan bahwa para wisudawan yang telah diwisuda bukan lagi sekadar mahasiswa. Lebih dari itu, mereka merupakan penerus ikrar yang disampaikan oleh para pemuda 97 tahun yang lalu, yang saat ini sebagai pemilik fajar baru bagi Indonesia.

"Hari ini saya berdiri di hadapan saudara-saudara, bukan sekadar untuk menyampaikan kata-kata selamat. Tetapi untuk menyampaikan sebuah amanat bahwa perjalanan kita belum selesai dan takdir besar Jakarta menunggu, untuk terus diperjuangkan," ujarnya dalam keterangan yang diterima.

Bang Doel ini juga mengungkapkan, kesadaran itu harus diperbaharui. Bahwa bangsa ini tidak akan bertahan dari keluhan dan kemarahan, melainkan dari kolaborasi dan kecerdasan.

"Saudara-saudara disebut cerdas berbudi luhur. Dua perihal yang tidak boleh dipisahkan. Kecerdasan tanpa budi adalah kesombongan. Budi tanpa kecerdasan adalah kepasrahan. Tetapi bila dua hal itu bersatu, lahirlah kekuatan yang mengubah zaman," pesannya.

Diakhir orasinya, Rano menyampaikan tiga pesan kepada para wisudawan dan wisudawati. "Pertama, jangan pernah berhenti belajar. Gelar akademik bukan garis akhir, ini hanyalah awal. Garis awal dari perjalanan panjang pengabdian," katanya.

Kedua, dia berharap wisudawan bisa bangun reputasi bukan sekadar karir. Di era penuh distraksi, integritas adalah mata uang yang nilainya tidak pernah turun. "Ketiga, gunakan ilmu untuk kemaslahatan Jakarta dan Indonesia, yang membutuhkan manusia-manusia yang bukan hanya kertas tetapi juga berhubung-hubung sesuai pesan kampus yang melahirkan Anda," tutupnya.

Rektor UBL Agus Setyo Budi menyatakan, wisuda mahasiswa UBL kali ini berbeda dan sangat spesial, karena wisuda kali ini berbarengan dengan peringatan Sumpah Pemuda.

"Ada ikrar sumpah pemuda yang dibacakan secara bersama-sama. Ini unik, setelah diwisuda lalu melanjutkan ikrar," ujarnya Selasa (28/10).

Terkait optimalisasi peran kampus dalam mendukung program pemerintah, Agus menegaskan akan mengoptimalkan peran kampus untuk membantu pemerintah provinsi DKI Jakarta mencapai target indeks kota Global. Hal itu dilakukan dengan program internasionalisasi, yakni menjalin mitra dengan berbagai universitas dari sejumlah negara.

Dia melanjutkan, setelah meraih predikat unggul, program selanjutnya adalah internasionalisasi dan menjalin mitra mulai dari penelitian hingga proses pembelajaran untuk meraih apa yang telah di cita-citakan.

Salah satunya kerjasama dengan Malaysia dengan membuka program S1 Kriminologi dan S2 Tehnik Informatika dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Sudah mendapatkan persetujuan,” ucap Rektor.

Agus menambahkan, UBL akan membuka satu prodi baru yakni S2 Kriminologi pertama di Indonesia untuk Perguruan Tinggi Swasta. “Untuk S2 Kriminologi akan dibuka pada semester depan dan sedang kita ajukan, insya Allah dua minggu ke depan kita akan paparan di LLDikti Wilayah 3,” ujarnya. 

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore