
Ilustrasi Sumpah Pemuda 28 Oktober
JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berkesempatan menyampaikan pesan di Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober kemarin. Pesan tersebut ia sampaikan di hadapan 1.142 mahasiswa Universitas Budi Luhur (UBL) di Jakarta Convention Center.
Rano menegaskan bahwa para wisudawan yang telah diwisuda bukan lagi sekadar mahasiswa. Lebih dari itu, mereka merupakan penerus ikrar yang disampaikan oleh para pemuda 97 tahun yang lalu, yang saat ini sebagai pemilik fajar baru bagi Indonesia.
"Hari ini saya berdiri di hadapan saudara-saudara, bukan sekadar untuk menyampaikan kata-kata selamat. Tetapi untuk menyampaikan sebuah amanat bahwa perjalanan kita belum selesai dan takdir besar Jakarta menunggu, untuk terus diperjuangkan," ujarnya dalam keterangan yang diterima.
Bang Doel ini juga mengungkapkan, kesadaran itu harus diperbaharui. Bahwa bangsa ini tidak akan bertahan dari keluhan dan kemarahan, melainkan dari kolaborasi dan kecerdasan.
"Saudara-saudara disebut cerdas berbudi luhur. Dua perihal yang tidak boleh dipisahkan. Kecerdasan tanpa budi adalah kesombongan. Budi tanpa kecerdasan adalah kepasrahan. Tetapi bila dua hal itu bersatu, lahirlah kekuatan yang mengubah zaman," pesannya.
Diakhir orasinya, Rano menyampaikan tiga pesan kepada para wisudawan dan wisudawati. "Pertama, jangan pernah berhenti belajar. Gelar akademik bukan garis akhir, ini hanyalah awal. Garis awal dari perjalanan panjang pengabdian," katanya.
Kedua, dia berharap wisudawan bisa bangun reputasi bukan sekadar karir. Di era penuh distraksi, integritas adalah mata uang yang nilainya tidak pernah turun. "Ketiga, gunakan ilmu untuk kemaslahatan Jakarta dan Indonesia, yang membutuhkan manusia-manusia yang bukan hanya kertas tetapi juga berhubung-hubung sesuai pesan kampus yang melahirkan Anda," tutupnya.
Rektor UBL Agus Setyo Budi menyatakan, wisuda mahasiswa UBL kali ini berbeda dan sangat spesial, karena wisuda kali ini berbarengan dengan peringatan Sumpah Pemuda.
"Ada ikrar sumpah pemuda yang dibacakan secara bersama-sama. Ini unik, setelah diwisuda lalu melanjutkan ikrar," ujarnya Selasa (28/10).
Terkait optimalisasi peran kampus dalam mendukung program pemerintah, Agus menegaskan akan mengoptimalkan peran kampus untuk membantu pemerintah provinsi DKI Jakarta mencapai target indeks kota Global. Hal itu dilakukan dengan program internasionalisasi, yakni menjalin mitra dengan berbagai universitas dari sejumlah negara.
Dia melanjutkan, setelah meraih predikat unggul, program selanjutnya adalah internasionalisasi dan menjalin mitra mulai dari penelitian hingga proses pembelajaran untuk meraih apa yang telah di cita-citakan.
Salah satunya kerjasama dengan Malaysia dengan membuka program S1 Kriminologi dan S2 Tehnik Informatika dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Sudah mendapatkan persetujuan,” ucap Rektor.
Agus menambahkan, UBL akan membuka satu prodi baru yakni S2 Kriminologi pertama di Indonesia untuk Perguruan Tinggi Swasta. “Untuk S2 Kriminologi akan dibuka pada semester depan dan sedang kita ajukan, insya Allah dua minggu ke depan kita akan paparan di LLDikti Wilayah 3,” ujarnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
