
SAA 2025 jadi upaya UIN Jakarta menggembleng mahasiswanya untuk relevan dengan dunia kerja. (Istimewa)
JawaPos.com - Di tengah kompetisi ketat antarperguruan tinggi dalam mencetak lulusan unggul, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem prestasi mahasiswa melalui gelaran Student Achievement Award (SAA) 2025.
Ajang apresiasi tahunan ini menghadirkan 633 mahasiswa berprestasi dari berbagai bidang, mulai akademik, seni, budaya, teknologi, kesehatan hingga aksi sosial, yang dinilai menjadi representasi kualitas sumber daya manusia muda Indonesia di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya bentuk pengakuan, tetapi juga strategi kampus untuk mendorong mahasiswa terus berkembang bahkan setelah lulus.
“Ini adalah sebuah prestasi dan ini juga menjadi pendorong bahwa kalian harus terus maju, harus terus berprestasi… ini hanya sebagai sebuah prestasi kampus, mencoba untuk menghargai bahwa kalian betul-betul layak dan tetap diberikan apresiasi,” ungkapnya.
Menurut Prof. Asep, tidak semua mahasiswa memiliki ketekunan yang sama dalam menempa diri. Karena itu, SAA didorong menjadi agenda tahunan yang dikemas lebih baik sebagai bagian dari sistem pembinaan mahasiswa berprestasi. Ia juga mengingatkan agar capaian prestasi tidak berhenti pada momen seremonial.
“Saya harap ini bukan ajang untuk berhenti, kebanggaan sesaat tanpa evaluasi hanya akan meruntuhkan kemajuan-kemajuan yang akan datang,” lanjutnya.
Di tengah isu nasional mengenai kesenjangan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri, UIN Jakarta menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan sejak mahasiswa masuk kampus.
Prof. Asep meminta jajaran kemahasiswaan memperluas program pelatihan dan pendampingan, termasuk pencarian bakat sejak dini.
“Kami ingin juga melatih mereka selama di sini setahun atau dua tahun, kemudian jadi, silahkan cari para bakat-bakat, kita danai, kita latih,” katanya.
Langkah itu diperkuat oleh Pusat Karir UIN Jakarta yang telah membuka berbagai kemitraan dengan industri dan lembaga profesional guna memastikan keahlian mahasiswa relevan dengan perkembangan sektor kerja.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Ali Munhanif, menekankan bahwa ekosistem prestasi hanya bisa tumbuh jika seluruh unit universitas, mulai fakultas hingga pusat-pusat layanan mahasiswa, memiliki komitmen yang sama.
“Dukungan inilah yang menjadikan prestasi mereka terus tumbuh dan membawa nama baik UIN Jakarta di kancah nasional maupun internasional,” katanya.
Agenda seperti SAA menjadi penting di tengah sorotan nasional terhadap kualitas lulusan perguruan tinggi, ketertinggalan kompetensi mahasiswa, serta tuntutan peningkatan daya saing global.
UIN Jakarta melalui langkah ini menunjukkan upaya strategis membangun ekosistem pembinaan yang tidak sekadar seremonial, tetapi terhubung dengan kebutuhan industri, riset, dan pengembangan karakter mahasiswa.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
