Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 00.24 WIB

Tayangannya Ramai Dikecam, PKB Sarankan Trans7 Segera Sowan ke Ponpes Lirboyo

Sekjen DPP PKB M. Hasanuddin Wahid. (Istimewa).

JawaPos.com - Trans7 tengah menjadi sorotan publik terutama kalangan santri. Media nasional ini mendapat banyak kecaman karena tayangannya yang dianggap mendeskreditkan pesantren dan ulama.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hasanuddin Wahid atau Cak Udin menilai, tayangan Trans7 sudah menyakiti kalangan santri, tidak hanya Pesantren Lirboyo, Jawa Timur. Oleh karena itu, perwakilan Trans7 disarankan segera sowan ke kiai Anwar Manshur selaku pengasuh Ponpes Lirboyo.

"Ya sikap teman-teman alumni santri Lirboyo (sambangi kantor Trans7) sudah tepat, tapi jauh lebih tepat Trans7 yang ke Lirboyo. Mintalah maaf kepada Romo Kiai Anwar Mashur, karena bagaimanapun beliau tokoh panutan kami, para santri, dan bangsa Indonesia," kata Cak Udin di Jakarta, Selasa (14/10).

Cak Udin mengatakan, kedatangan Trans7 ke Liboyo akan menunjukan nilai-nilai adab dan etika baik. Sehingga, persoalan ini bisa segera selesai.

“Trans7 menjadi bukti bahwa setiap tayangan media harus dilengkapi dengan adab dan etika. Keduanya bukan hanya berlaku bagi santri, tapi juga bagi jurnalis dan siapapun yang mengemban tanggung jawab di ruang publik,” imbuhnya.

Ia menilai, apa yang dilakukan Trans7 bukan hanya mencederai Lirboyo sebagai salah satu pesantren besar di Indonesia, tetapi juga menyakiti santri, masyayikh, dan umat Islam.

Pesantren, kata Cak Udin, adalah institusi yang membentuk karakter, moral, dan kecerdasan bangsa. Maka setiap upaya memframing pesantren secara negatif sama saja dengan merusak nilai-nilai kebangsaan itu sendiri.

“Tidak ada yang namanya perbudakan di pondok pesantren. Tidak ada yang namanya eksploitasi di ponpes. Semua itu adalah bagian dari pendidikan akhlakul karimah yang menjunjung tinggi adab dan etika,” tegasnya.

Cak Udin menegaskan, di pesantren santri dilatih untuk menghormati guru, disiplin, dan berkhidmat sebagai bagian dari proses pembentukan karakter. Sehingga berbeda dengan praktik perbudakan atau eksploitasi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore