Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 November 2025, 01.24 WIB

Kredit Perumahan BTN Tumbuh 6,4 Persen, Tembus Rp 322,53 Triliun hingga Kuartal III 2025

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. (Agas Putra Hartanto/Jawapos)


JawaPos.com - Kinerja pembiayaan perumahan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga kuartal III 2025, penyaluran kredit dan pembiayaan BTN ke sektor perumahan tumbuh 6,4 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY) menjadi Rp 322,53 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) non-subsidi, baik konvensional maupun syariah, yang naik 7,3 persen YoY menjadi Rp 111,33 triliun.

"Pertumbuhan ini didorong strategi perseroan menggandeng pengembang nasional serta menawarkan promo bunga KPR yang menarik," kata Nixon di Jakarta, Rabu (12/11).

Selain itu, BTN juga mencatatkan peningkatan pembiayaan melalui skema lain seperti Kredit Agunan Rumah (KAR) yang mencapai Rp 8,95 triliun, naik 6,8 persen YoY. Menurut Nixon, capaian ini mencerminkan komitmen BTN dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk aparatur negara.

"BTN menjalankan fungsi intermediasi untuk menggerakkan perekonomian rakyat, terutama di sektor perumahan, dengan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang kuat," tuturnya.

Transformasi digital juga menjadi faktor penting dalam peningkatan layanan pembiayaan BTN. Melalui aplikasi Bale by BTN, proses pengajuan dan persetujuan KPR kini bisa dilakukan secara digital, cepat, dan transparan.

Aplikasi tersebut menghubungkan ribuan listing properti dengan fitur simulasi KPR dan sistem persetujuan daring. Hingga akhir September 2025, pengguna Bale by BTN tercatat mencapai 3,2 juta pengguna, tumbuh 66,8 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, sebanyak 1,9 juta pengguna.

"Nilai transaksinya mencapai Rp71,9 triliun, naik 19,6 persen (YoY) dari tahun sebelumnya sebesar Rp60,1 triliun," ungkapnya.

Untuk memperkuat peran sebagai mitra utama pemerintah dalam mendorong inklusi perumahan, BTN menjalin kerja sama strategis dengan Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) melalui program kepemilikan hunian "Graha Hakim". Kerja sama ini memberikan fasilitas pembiayaan rumah bagi para hakim di bawah naungan Mahkamah Agung (MA) RI dengan bunga kompetitif, keringanan biaya akad, serta proses pengajuan yang lebih mudah.

"Melalui program ini, para hakim akan mendapatkan akses pembiayaan perumahan yang lebih terjangkau. Lebih dari 90 persen pembelian rumah saat ini dilakukan lewat mekanisme KPR, sehingga peran BTN menjadi sangat strategis," lanjutnya.

Tahun ini, sebanyak 1.451 hakim baru dikukuhkan oleh MA RI. Dengan tambahan itu, jumlah total hakim aktif di Indonesia mencapai 8.711 orang. Nixon menilai, kemudahan memiliki rumah akan meningkatkan kesejahteraan dan stabilitas finansial para hakim.

"Hakim yang memiliki kesejahteraan ekonomi akan lebih fokus menjalankan tugas yudisial secara profesional, objektif dan bebas dari pengaruh eksternal. Ini juga berkontribusi pada peningkatan kredibilitas lembaga peradilan," ujarnya.

BTN menawarkan berbagai produk pembiayaan untuk anggota IKAHI, mulai dari KPR/KPA untuk rumah baru, bekas, hingga take over dari bank lain, serta fasilitas Kredit Agunan Rumah (KAR) dan Kredit Ringan (Kring) tanpa agunan. BTN memberikan bunga kompetitif mulai dari 1,65 persen fixed satu tahun, dengan kenaikan bertahap maksimal 3 persen per tahun, serta paket bunga 2,65 persen fixed 3 tahun dan 2,95 persen fixed 5 tahun. Anggota IKAHI juga mendapat diskon biaya provisi dan administrasi hingga 50 persen serta proses pengajuan khusus yang lebih cepat dan aman.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore