Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 November 2025, 01.05 WIB

Bos BTN Ngaku 'Ngos-ngosan' Habiskan Dana KUR Perumahan Rp 9,5 Triliun Tahun ini

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu  (kiri) dalam paparan kinerja PT Bank Tabungan Negara (BTN) di Jakarta, Rau (27/8). - Image

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (kiri) dalam paparan kinerja PT Bank Tabungan Negara (BTN) di Jakarta, Rau (27/8).

JawaPos.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyampaikan telah mendapatkan alokasi Kredit Program Perumahan (KPP) alias KUR Perumahan senilai Rp 9,5 triliun pada Kuartal IV-2025, dari total keseluruhan mencapai Rp 17 triliun. 

Direktur Utama Nixon LP Napitupulu menyampaikan dirinya telah memperoleh arahan untuk mengenjot kredit perumahan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan juga pemerintah. 

Namun, Nixon mengaku 'ngos-ngosan' untuk menghabiskan alokasi tersebut. Sebab, waktu yang diberikan pemerintah untuk mengucurkan kredit tersebut sangatlah terbatas, karena hanya terhitung Oktober - Desember 2025. 

"Cuma ini kan kemarin keluarnya udah Oktober awal. Jadi kita ngos-ngosan juga nih ngejarnya, nih. Saya dapet Rp 7,5 triliun tambah Rp 2 triliun, jadi Rp 9,5 triliun," kata Nixon saat ditemui di Menara I BTN, Jakarta Pusat, Selasa (18/11). 

Meski begitu, Nixon juga mengaku bahwa timnya saat ini sedang mengejar realisasi KPP tersebut. Meski perlu 'ngebut', ia memastikan BTN tetap menjaga kehati-hatian dalam penyalurannya. 

"Buset deh kebut-kebutan gak karu-karuan nih anak-anak. Tapi kan kita jaga kehati-hatian juga. Kita upayakan optimal," tambahnya. 

Kendati demikian, Nixon belum mau mengungkapkan secara rinci soal realisasi dari penyaluran Kredit Program Perumahan tersebut. Namun, ia optimistis dan menargetkan capaian KPP bisa mencapai di atas Rp 3 triliun untuk dari sisi supply dan di atas Rp 1 triliun untuk sisi demand. 

"Saya masih optimis. Sekarang belum saya bisa jawab berapa angkanya. Udah pasti tadi saya udah bilang di sisi supply kita usahakan di atas Rp 2 - Rp 3 triliun. Di sisi demand mungkin kita usahakan di atas Rp 1 triliun," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore