
Gian Piero Gasperini berhasil bawa AS Roma ke jalur juara sebelum jeda internasional bulan November ini. (Dok AS Roma)
JawaPos.com – Gian Piero Gasperini yakin bahwa sudah sepantasnya para penggemar AS Roma mulai memimpikan Scudetto berkat kemenangan 2–0 atas Udinese pada Senin (10/11), di Stadion Olimpico, yang membawa tim ibu kota ini menduduki urutan kedua sementara.
Gialorossi hampir tidak melakukan rotasi dari kemenangan di Liga Eropa, tetapi skuad Gasperini hanya menunjukkan sedikit tanda-tanda kelelahan, karena Lorenzo Pellegrini yang kembali tampil berhasil mengeksekusi penalti dan Zeki Celik menggandakan skor.
Artem Dovbyk harus meninggalkan lapangan karena masalah pinggul sesaat sebelum turun minum, bergabung dengan Paulo Dybala, Evan Ferguson, Leon Bailey, dan Angelino dalam daftar panjang pemain yang absen, membuat Roma sama sekali tidak memiliki penyerang tengah murni.
Kemenangan ini sempat membawa Roma ke puncak klasemen menjelang jeda internasional, sebelum Inter asuhan Cristian Chivu mengalahkan Lazio yang menggeser mereka dengan sama-sama memiliki 24 poin, hanya kalah dari segi selisih gol.
"Senang sekali para penggemar bisa memimpikan Scudetto. Memasuki jeda internasional berada di puncak klasemen, ini merupakan sumber kebanggaan dan kepuasan bagi para penggemar. Kita lihat saja nanti persentase dan probabilitasnya,” ujar Gasperini kepada DAZN.
"Mereka (Udinese sebenarnya) bermain sangat baik, (kami) melawan lawan yang tangguh. Kami menghadapi mereka dengan penuh determinasi dan menjaga tempo permainan tetap tinggi (sepanjang 90 menit).
"Mereka terlihat sering bermain di udara, tetapi perlahan, kami mulai mendominasi permainan. Sedikit kelelahan mulai terasa di menit-menit akhir, tetapi saya sangat senang dengan pertandingan mengingat tingkat kesulitannya."
Sejak cederanya Paulo Dybala, Lorenzo Pellegrini selalu diuntungkan dengan menjadi semua eksekutor bola mati, termasuk penalti yang berhasil ia cetak pada pertandingan ini menggantikan posisi penendang utama yang masih dibekap cedera.
"Dia (Pellegrini) pemain yang bagus. Dia sehat dan dewasa. Dari segi permainan, dia pemain yang kuat. Kami harus mengembalikan kepercayaan yang pantas diterimanya. Dia baik secara fisik, dan kami senang untuknya,” lanjutnya.
"Siapapun yang mencetak gol (penalti akan terus menjadi eksekutor). Mencetak gol penalti adalah hal yang langka bagi kami. Pellegrini mampu mengeksekusinya dengan sangat baik, tetapi Dybala juga memiliki rekor bagus sebelum (gagal mengeksekusi di laga melawan) Milan".
Pelatih berusia 67 tahun kelahiran Turin ini juga angkat bicara mengenai kondisi cedera yang dialami Dovbyk, satu-satunya striker utama yang sehat, sebelum bergabung dengan skuadnya yang lain di ruang perawatan.
"Kita lihat saja besok. Sepertinya (kondisi Dovbyk) tidak bagus. Untungnya kami punya jeda (internasional) sebelum pertandingan berikutnya, tetapi cedera ini mungkin membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu dan mungkin lima hingga enam pertandingan".
"Kami banyak absen di area yang sama di lapangan, tetapi sejauh ini kami berhasil menebusnya dengan baik. Kami berharap bisa mendapatkan kembali sebanyak mungkin pemain selama jeda," pungkasnya.
