Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 November 2025, 19.31 WIB

Legenda Italia Paolo Di Canio Kritik Inkonsistensi AC Milan di Serie A

Paolo Di Canio. (PA Wire)

 

JawaPos.com – Paolo Di Canio yakin inkonsistensi AC Milan di Serie A baru-baru ini telah menunjukkan betapa Rossoneri sangat bergantung pada keseimbangan, disiplin, dan kontribusi para pemain kunci seperti Adrien Rabiot.

Berbicara di acara Sky Sport 24, mantan striker yang malang-melintang di sepak bola Eropa tersebut mengatakan bahwa Milan telah kehilangan keunggulan kolektif yang membuat mereka begitu kuat di awal musim.

"Absennya para pemain (kunci karena cedera) sangat menentukan (penurunan kualitas AC Milan). Sejak pertandingan melawan Cremonese, Milan menunjukkan peningkatan (drastis), di mana sebelas pemain berlari, menekan, menjaga keseimbangan, dan disiplin,” kata Di Canio.

“Sama seperti Manchester City, ketika mereka mendapatkan kembali kualitas penyerangan mereka, pertahanan mereka menjadi lebih baik. Mereka (Milan) menyerang sebagai tim dan tidak kebobolan satu gol pun (di beberapa pertandingan sebelumnya)."

"Dalam lima pertandingan terakhir, Milan mencetak delapan gol dan kebobolan enam gol. Jika Anda hanya menunggu (Rafael) Leao berlari, ia tidak memberikan titik acuan dan terkadang malah berjalan. Tanpa bantuan Rabiot, dari mana datangnya gol?" tandasnya.

Bagi Di Canio, masalah Rossoneri asuhan Massimiliano Allegri ini lebih struktural daripada individual. Kekuatan Milan berasal dari etos kerja kolektif, dan tanpa keseimbangan yang diciptakan Adrien Rabiot, tim bermarkas di San Siro ini menjadi mudah ditebak.

"Leao harus selalu bermain, dia pemain paling berbakat mereka (Milan), tetapi (jika Milan bermain) tanpa Rabiot di sisi itu, ini menjadi masalah besar," tutup striker legendaris West Ham United ini.

Analisis dari pesepak bola kelahiran Roma ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang evolusi taktis klub di bawah Allegri, dengan Di Canio menyatakan bahwa kesulitan Rossoneri bukan berasal dari kualitas, melainkan dari hilangnya sinergi tim.

Hilangnya peran Rabiot yang penuh pengalaman dalam tim, sementara harus digantikan Samuele Ricci, yang tampil kurang menjanjikan sebagai pelengkap Luka Modric dan Youssouf Fofana di tengah lapangan.

Meski belum merasakan kekalahan dalam 10 pertandingan terakhir di kompetisi domestik, tetapi beberapa pertandingan ke belakang hasil imbang terus mengganggu performa Milan untuk bersaing merebut puncak klasemen.

Untuk sementara, Leao dkk bertengger di posisi ketiga dengan koleksi 22 poin, sama dengan Napoli di peringkat keempat, hanya menang selisih gol. Namun, Rossoneri terpaut dua poin dari dua pemuncak klasemen AS Roma dan Inter Milan yang memiliki 24 poin.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore