Lamine Yamal dan Nico Williams bakal absen. (Reuters/Irakli Gedenidze)
JawaPos.com - Sempat merasa frustrasi, pelatih Spanyol Luis de la Fuente tegaskan pihaknya telah punya solusi setelah melepas Lamine Yamal dari skuad La Furia Roja.
Lamine Yamal terpaksa dilepas Fuente karena harus menjalani prosedur radiofrekuensi invasif ketika pemusatan latihan tim nasional Spanyol dimulai. Tujuannya adalah memulihkan cederanya.
"Segala hal bisa diperbaiki, dan kami akan mencoba memperbaiki semua area. Namun, yang paling penting adalah penampilan besok. Kami dalam kondisi baik dan harus terus berkembang," kata de la Fuente, seperti dikutip dari Antara.
Ia juga menilai lebih baik Yamal harus segera menjalani pemulihan jika mengalami cedera seperti yang dideritanya akhir-akhir ini. Semuanya terpaksa dilakukan demi karier jangka panjangnya di Barcelona maupun Timnas Spanyol.
"Kabar terbaik adalah dia masih punya 15 tahun bersama kami. Kami harus memikirkan masa kini dan masa depan," tegasnya.
Pelatih yang membawa Spanyol juara Piala Eropa 2024 itu siap menggunakan pemain yang ada saat ini sebagai pengganti Lamine Yamal karena La Furia Roja masih punya talenta-talenta berbakat lainnya.
"Masa kini berarti mengandalkan pemain yang ada, menang, dan hampir memastikan kualifikasi — itu yang menjadi fokus kami," ujarnya.
Spanyol sendiri tinggal selangkah lagi melenggang ke Piala Dunia 2026. Mereka memuncaki Grup E dengan 12 poin dari empat pertandingan, mencetak 15 gol tanpa pernah kebobolan.
Spanyol akan lolos ke putaran final Piala Dunia apabila sukses mengalahkan Georgia pada Minggu (16/11), sedangkan Turki gagal menang atas Bulgaria, atau bila mereka bermain imbang sementara Turki kalah.
"Tujuan kami adalah lolos ke Piala Dunia (2026). Apa pun hasil di fase ini, kami ingin menang untuk mengamankan posisi ini, karena target kami adalah lolos ke Piala Dunia. Itu berarti kami harus bekerja keras dan melakukan segalanya dengan benar," imbuhnya.
Spanyol datang ke Tbilisi dengan modal fantastis, yaitu berbekal 29 laga tak terkalahkan di ajang kompetitif termasuk kemenangan 4-0 atas Bulgaria bulan lalu.
Meski begitu, De la Fuente tetap tidak menganggap remeh Georgia karena siapapun tim yang dihadapi pasti punya kekuatan tersendiri.
"Sangat sulit untuk terus menang, tetapi kami ingin melanjutkannya, satu laga demi satu laga, satu hari demi satu hari," pungkasnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
