
Alvaro Carreras kembali bergabung dengan Real MAdrid setelah sebelumnya menjadi bagian dari tim muda mereka. (ig @realmadrid)
JawaPos.com - Melihat pemain muda meninggalkan klub-klub besar demi mencari menit bermain reguler adalah hal yang lumrah. Namun menjual talenta terbaik, terutama yang memiliki masa depan menjanjikan, tentu bukan keputusan biasa.
Real Madrid pun pernah berada di kedua situasi tersebut, melepas pemain muda berbakat sekaligus mendatangkan mereka dari klub lain.
Musim panas ini, situasinya kembali terjadi ketika Alvaro Carreras kembali bergabung dengan raksasa Spanyol tersebut setelah sebelumnya menjadi bagian dari tim muda mereka. Los Blancos mendatangkannya dari Benfica dengan harga sekitar €50 juta.
Saat meninggalkan Madrid kala masih muda, Carreras sempat direkrut oleh Manchester United (MU). Namun Setan Merah kemudian melepasnya ketika Erik ten Hag masih menjadi pelatih kepala. Keputusan itu kini mendapat kritik dari seorang mantan pencari bakat klub.
MU Tidak Berani Berinvestasi pada Pemain Muda
Menurut laporan MARCA, dalam wawancara dengan media Polandia Przeglad Sportowy, mantan pencari bakat Manchester United, Piotr Sadowskim mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan klub melepas Carreras. Ia meyakini United telah melakukan kesalahan besar.
“Awalnya, kariernya berjalan baik. Ia dipinjamkan ke Preston, di mana ia mendapat ulasan bagus, lalu United meninggalkannya dan menjualnya ke Benfica dengan harga yang lebih rendah,” ujar Sadowski.
Bek kiri asal Spanyol tersebut bahkan memenangkan penghargaan Pemain Terbaik U-23 setelah musim 2022–2023 dan menjalani masa pinjaman yang sukses bersama Preston North End di Championship Inggris serta bersama Granada di La Liga.
Carreras kemudian bergabung dengan Benfica dengan status pinjaman selama satu musim sebelum akhirnya dilepas secara permanen hanya dengan €6 juta.
Sadowski menilai Real Madrid telah melakukan perekrutan fantastis dengan membawa pulang Carreras. Menurutnya, sang pemain memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu bek kiri terbaik di dunia jika diberi waktu untuk berkembang, terlebih usianya baru 22 tahun.
“Dia pemain kelas dunia. Ada kemungkinan besar dia akan menjadi bek kiri terbaik, atau salah satu yang terbaik, di dunia. Dia baru-baru ini mencetak gol fantastis melawan Valencia di La Liga,” ungkap Sadowski.
Menurutnya, Manchester United kurang memiliki nyali untuk berinvestasi pada pemain muda berbakat.
“Merupakan kesalahan besar bagi United untuk melepasnya. Ada sesuatu yang hilang di sini, dan saya pikir itu adalah kurangnya keberanian United untuk berinvestasi pada pemain muda,” tambahnya.
Pada musim pertamanya kembali ke Madrid, Carreras tampil sangat baik dan dengan cepat menjadi salah satu pemain terbaik klub di bawah asuhan Xabi Alonso.
Meski belum dipanggil ke tim nasional Spanyol, jika performanya terus meningkat, kesempatan tersebut tampaknya akan datang dengan sendirinya. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
