
Endrick. (ig @realmadrid)
JawaPos.com - Sudah beberapa tahun sejak Mariano Diaz meninggalkan Real Madrid untuk bergabung dengan Sevilla setelah gagal bersinarr pada tugas keduanya di Bernabeu. Saat ini ia bermain untuk Alaves.
Melansir akun X Guillermo Rai, Diaz bercerita dalam sebuah wawancara, tentang waktunya sebagai striker di Real Madrid, hubungannya dengan Cristiano Ronaldo, dan banyak hal lainnya.
Diaz juga punya nasihat untuk penyerang Real Madrid, Endrick, yang sedang kesulitan mendapatkan menit bermain di klub dan berpotensi hengkang pada bursa transfer Januari.
Mengambil pelajaran dari perjalanan uniknya sendiri, pemain internasional Dominika itu memberikan beberapa nasihat jujur kepada striker muda Brasil tersebut.
“Jika Endrick akhirnya pergi, atau pemain mana pun yang jarang mendapat menit bermain, saya akan memintanya untuk menikmatinya. Bahwa dia menghargai arti menjadi pemain inti,” ujarnya.
“Itu hal terbaik yang bisa terjadi padamu. Ketika mereka benar-benar percaya padamu, ketika kamu memulai, saat itulah kamu bisa menunjukkan potensi penuhmu,” tambahnya.
Diaz menambahkan bahwa peminjamannya dari Real Madrid dulu dapat menjadi contoh bahwa langkah serupa bisa membantu Endrick mengeluarkan potensi sebenarnya.
“Tidak sama rasanya bermain di lapangan selama beberapa menit setiap beberapa pertandingan. Dalam waktu sesingkat itu, mustahil untuk menunjukkan kemampuan Anda. Namun, jika Endrick dipinjamkan, tidak ada yang menghalanginya untuk kembali ke Madrid nanti,” jelasnya.
Diaz juga berbicara tentang Cristiano Ronaldo, mantan rekan setimnya di Real Madrid. Ia menyampaikan rasa hormat yang besar kepada legenda Portugal tersebut karena pengaruhnya terhadap kebiasaan profesional sang striker.
“Cristiano Ronaldo mengajari saya banyak hal. Rutinitas, ketepatan waktu, kepedulian, cara berlatih, cara memulihkan diri, cara mempersiapkan pertandingan... semuanya. Dan juga arti menepati janji,” ujarnya.
Karier Diaz turut ditandai oleh kepulangannya ke Madrid pada tahun 2018, ketika ia mewarisi kaus nomor 7 milik Ronaldo yang sedang kosong. Ia menyebut pengalaman itu sebagai sebuah kehormatan.
“Angka ‘7’ mungkin adalah angka paling ikonik klub ini. Angka ini telah dipakai oleh pemain-pemain seperti Raúl, Cristiano, dan legenda lainnya. Saya bangga memakainya, tetapi saya juga merasakan banyak tekanan. Saya tidak berniat menggantikan Cristiano, tetapi perannya tetap penting,” tambahnya.
Pada akhirnya, periode kedua Diaz tidak berjalan sesuai rencana dan berujung pada kepergiannya. Meski mengakui Real Madrid adalah klub terbesar di dunia, ia percaya bahwa kehidupan di luar Bernabeu lebih cocok untuknya.
“Real Madrid adalah klub terbesar di dunia, tetapi tidak semua orang bisa mendapatkan tempat di sana. Dan ya, ada kehidupan di luar sana,” pungkasnya. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
