
Real Madrid raih kemenangan 3-0 atas Athletic Club di San Mames. (ig @realmadrid)
JawaPos.com-Kemenangan 3-0 Real Madrid atas Athletic Club di San Mames bukan sekadar tiga poin. Hasil ini membawa angin baru untuk skuad Xabi Alonso yang sebelumnya tersendat dalam tiga laga tandang La Liga dengan hasil imbang beruntun.
Untuk pertama kali dalam empat pertandingan, Los Blancos terlihat seperti tim yang kembali menemukan ritme dan arah. Semuanya berawal dari satu hal, keberanian Alonso mengutak-atik formasi.
Melansir AS, pelatih asal Spanyol itu memulai laga dengan formasi 4-4-2—sebuah pendekatan yang jarang dia gunakan sejak tiba di Bernabéu. Alvaro Carreras dan Trent Alexander-Arnold mengisi sisi pertahanan, mengapit duet Antonio Rüdiger dan Éder Militão.
Di lini tengah, Jude Bellingham dan Federico Valverde berperan sebagai gelandang serang, berdiri tepat di depan poros ganda Prancis Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga.
Tapi kejutannya tidak berhenti di situ. Begitu menyerang, Real Madrid bergeser menjadi 3-5-2. Tchouameni mundur sejajar dengan Rüdiger dan Militão, sementara bek sayap naik ke lini tengah untuk memperbanyak opsi progresi bola.
Perubahan ini membuat Bellingham dan Valverde bebas menempati area sentral, tempat mereka paling mematikan. Hasilnya? Benar-benar terasa.
Real Madrid terlihat lebih nyaman menguasai bola, lebih solid dalam tekanan, dan setiap pemain tampil lebih mendekati versi terbaiknya.
Vinícius Jr. tampil hidup tanpa beban defensif berlebih. Mbappé tetap menjadi pusat gravitasi serangan dan gelandang-gelandang Madrid memainkan peran mereka dengan struktur yang jelas.
Tchouameni yang malam itu menjadi jantung permainan mencatat 104 sentuhan, angka yang menunjukkan betapa besar peran barunya dalam skema tersebut.
Bellingham tampil lebih bebas dan kembali ke posisi favorit, berdiri lebih dekat dengan Mbappé dan memberi kombinasi yang menjanjikan di lini depan.
Trent Alexander-Arnold sebelum cedera memanfaatkan kebebasan menyerang yang diberikan Alonso dan terlihat kembali ke performa puncak.
Formasi baru ini bukan sekadar eksperimen. Xabi membawa identitas, struktur, dan arah yang jelas bagi tim yang sempat limbung dalam beberapa pekan terakhir.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
