
Keputusan dan perubahan sikap Xabi Alonso disebut menjadi sumber ketegangan baru di ruang ganti Real Madrid. (ig @realmadrid)
JawaPos.com - Ketegangan di Real Madrid belum juga mereda, dan laporan terbaru kembali membuka lapisan drama yang semakin menekan Xabi Alonso. Melansir AS, Selasa (9/12), terungkap dinamika internal yang membuat hubungan antara pelatih dan para pemain kian retak. Dan semuanya berawal dari satu keputusan yang tampaknya sederhana.
Menurut laporan itu, Alonso menjanjikan para pemain libur dua hari jika mereka berhasil mengalahkan Athletic Bilbao. Sebuah strategi motivasi yang terdengar wajar, bahkan umum dalam dunia sepak bola.
Nyatanya, insentif itu langsung memberi suntikan energi ke skuad, dan Real Madrid tampil dengan salah satu performa paling meyakinkan musim ini di San Mamés. Para pemain pun mendapatkan hadiah yang dijanjikan.
Namun tidak semua orang di Valdebebas menyambut keputusan tersebut dengan senang hati. Masalah muncul karena dua hari libur berarti Madrid hanya punya satu sesi latihan untuk mempersiapkan laga La Liga berikutnya.
Hasilnya? Kekalahan 0–2 dari Celta Vigo, sebuah performa yang dilabeli sebagai salah satu yang terburuk musim ini.
Seperti disebutkan dalam laporan, Madrid kalah dalam pertandingan “yang akhirnya mereka kalahkan dengan skor 0–2”, dan banyak yang mempertanyakan timing keputusan Alonso.
Bagi beberapa pihak internal klub, pemberian libur itu terasa kontraproduktif. Madrid sedang limbung, performa tidak konsisten, dan tekanan makin menumpuk. Dalam situasi seperti itu, fleksibilitas ekstra dianggap tidak cocok.
Alonso Mulai Mengubah Metode
Tidak berhenti di situ, laporan AS juga mengungkap bahwa Alonso kini diam-diam mulai memodifikasi beberapa prinsip yang ia bawa di awal kepelatihannya. Tujuannya jelas: membangun hubungan yang lebih cair dengan para pemain dan memperkuat kepercayaan di ruang ganti.
Ia mencoba membuat ritme harian lebih ringan, komunikasi lebih terbuka, dan ekspektasi lebih seimbang. Tapi ternyata, respons para pemain tidak seragam.
Sebagian menerima, sebagian lain tetap menunjukkan komitmen yang naik-turun. Ketidaksinkronan ini mulai membuat frustrasi banyak pihak termasuk Alonso sendiri.
Seruan untuk Solusi Cepat
Poin ini diperkuat oleh laporan terpisah yang menyebutkan adanya “seruan untuk solusi segera” dari dalam klub. Kekalahan beruntun dan inkonsistensi performa memicu kekhawatiran bahwa skuad tengah memasuki fase kepuasan diri yang berbahaya.
Beberapa pemain bahkan disebut mengakui bahwa respons mereka terhadap kepercayaan Alonso—termasuk hadiah liburan setelah menang di Bilbao—belum mencerminkan dedikasi yang seharusnya.
Kini, atmosfer di ruang ganti Madrid dipenuhi perasaan bahwa tanggung jawab harus dipikul bersama. Alonso sudah mengendurkan pendekatannya, mencoba fleksibel, dan memberikan ruang. Namun performa di lapangan belum mengikuti arah perubahan itu.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
