
Laga yang melibatkan Real Madrid vs Celta Vigo Senin (8/12/2025), rupanya menyimpan cerita panas di balik keputusan-keputusan wasit. (IG @faktabola)
JawaPos.com - Laga yang melibatkan Real Madrid vs Celta Vigo Senin (8/12), rupanya menyimpan cerita panas di balik keputusan-keputusan wasit. Pertandingan dimenangkan Celta Vigo dengan skor 2-0.
Dalam laporan resmi pertandingan yang kini beredar luas, sang pengadil memberikan penjelasan rinci mengenai tiga kartu merah yang diterima para pemain Los Blancos. Dengan gaya bahasa yang lugas, laporan tersebut memaparkan alasan disipliner yang menjadi alasan mengapa wasit mengeluarkan kartu merah untuk pemain Real Madrid.
Kartu merah pertama diberikan kepada Fran García. Bek kiri Madrid itu sebenarnya tidak melakukan pelanggaran keras, namun akumulasi dua kartu kuning sudah cukup untuk membuatnya diusir dari pertandingan.
Wasit menegaskan bahwa kedua pelanggaran yang dilakukan Fran memenuhi kriteria peringatan, sehingga kartu merah otomatis pun tidak dapat dihindari. Berbeda dari Fran, Álvaro Carreras menerima kartu merah secara langsung.
Dalam laporan pertandingan, wasit menjelaskan bahwa Carreras melontarkan ucapan tidak pantas kepadanya. Kalimat “kamu sangat buruk” yang diarahkan langsung ke wasit dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap otoritas pertandingan.
Menurut regulasi, sikap tersebut masuk kategori pelanggaran serius pada perilaku sportif, sehingga hukuman kartu merah langsung dijatuhkan tanpa ragu. Situasi memanas turut melibatkan Endrick. Meski masih berada di bangku cadangan saat kejadian, ia tetap menerima kartu merah.
Wasit menuliskan bahwa Endrick keluar dari batas area bench dan mendekati wasit keempat sambil berteriak. Tindakan itu dianggap sebagai bentuk protes agresif yang melanggar aturan zona teknis.
Dalam sepak bola profesional, pemain cadangan sekalipun wajib menghormati batas area dan tidak boleh mendekati ofisial dengan cara konfrontatif. Namun laporan sang wasit tidak berhenti sampai di situ.
Pada bagian “insiden lainnya”, ia mencatat kejadian tambahan yang terjadi setelah pertandingan berakhir.
Saat berada di lorong menuju ruang ganti, wasit melihat Dani Carvajal yang saat itu mengenakan pakaian kasual dan bukan perlengkapan bertanding mendekatinya.
Carvajal disebut melontarkan kalimat bernada sinis, "Jadi, itu standar kalian, lalu menangis di konferensi pers".
Ucapan ini dinilai cukup provokatif meski tidak berujung pada tindakan disipliner tambahan. Rincian laporan tersebut kini menjadi bahan diskusi hangat di kalangan penggemar dan analis sepak bola.
Selain menjelaskan kronologi peristiwa, laporan ini juga menunjukkan bahwa keputusan kartu merah bukan semata-mata soal pelanggaran fisik di lapangan, tetapi juga bagaimana pemain menjaga sikap dan komunikasi terhadap ofisial.
Dengan detail laporan yang lengkap, publik kini dapat melihat gambaran utuh tentang panasnya pertandingan tersebut.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
