Komentar Toni Kroos Saat Vinicius Jr. Ngamuk Setelah Diganti di El Clasico: Saya Juga Tidak Suka Diganti
JawaPos.com - Mantan gelandang Real Madrid, Toni Kroos, memberikan pandangan yang lugas dan tanpa basa-basi soal kekalahan Los Blancos 1-2 dari Manchester City di ajang Liga Champions UEFA.
Meski skor akhir tidak berpihak pada Madrid, Kroos menilai jalannya pertandingan justru menunjukkan cerita yang berbeda.
Melansir Madrid Universal, berbicara dalam podcast Einfach mal Luppen, Kroos membedah laga tersebut dengan sudut pandang khas pemain yang sangat memahami DNA Real Madrid.
Ia menyoroti kontras tajam antara intensitas permainan Madrid pada laga ini dengan performa inkonsisten yang kerap mereka tampilkan sepanjang musim. Menurut Kroos, perbedaan energi kedua tim sudah terasa sejak menit awal.
“Real Madrid vs Man City? Anda bisa merasakan bahwa Madrid jelas lebih intens. Pertandingan ini lebih berarti bagi mereka,” ujar gelandang asal Jerman tersebut.
Kroos kemudian mengalihkan fokus ke pendekatan Manchester City. Ia menilai tim asuhan Pep Guardiola tetap bermain dengan struktur yang biasa mereka gunakan, tetapi tanpa ketajaman yang mematikan.
“Yang menonjol bagi saya adalah City mengatur permainan mirip dengan cara mereka selalu bermain, tetapi sangat statis dan tidak berbahaya. Mereka tidak pernah memasuki area berbahaya, terutama di babak pertama,” jelas Kroos.
“Saya rasa Madrid memainkan permainan yang benar-benar solid dan bertahan di zona berbahaya dengan sangat baik dan kompak.”
Dari sudut pandang Kroos, Madrid justru tampil lebih meyakinkan dan menciptakan ancaman yang lebih nyata. Karena itu, ia tak ragu menyimpulkan bahwa Real Madrid layak menang.
“Manchester City tidak pantas menang. Real Madrid sebenarnya adalah tim yang lebih berbahaya,” tambahnya.
Namun, Kroos juga tidak menutup mata terhadap masalah klasik yang kembali menghantui Madrid. Setelah City mencetak gol kedua dan memilih bertahan lebih dalam, kelemahan Los Blancos kembali terekspos.
“Setelah City mencetak gol kedua, mereka beralih ke pertahanan yang sangat rapat. Dan ini menunjukkan masalah nyata bagi Madrid, yaitu mereka sangat bagus dalam transisi, tetapi mereka tidak terlalu bagus dalam menembus pertahanan rapat,” pungkasnya.
Pandangan Kroos ini seolah menegaskan satu hal: hasil akhir memang penting, tetapi performa di lapangan tetap menyisakan catatan besar. Bagi Real Madrid, kekalahan ini bukan soal kalah kualitas, melainkan soal pekerjaan rumah lama yang kembali muncul di momen krusial.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
