Xabi Alonso saat memberikan arahan pemain Real Madrid. (Instagram/@realmadrid)
JawaPos.com - Real Madrid memulai langkah mereka di Copa del Rey dengan menghadapi CF Talavera di El Prado, laga yang sejak awal sudah dipandang serius oleh Xabi Alonso.
Bagi sang pelatih, pertandingan ini bukan sekadar formalitas melawan tim divisi bawah, melainkan ujian penting dalam perjalanan proyeknya bersama Los Blancos.
Menjelang kick-off, Xabi Alonso sudah lebih dulu mencuri perhatian. Ia mengejutkan banyak pihak dengan susunan pemain awal yang sangat berbeda, pilihan yang menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak ingin mengambil risiko. Namun, kejutan itu bukan satu-satunya hal menarik dari persiapan Real Madrid malam itu.
Melansir Defensa Central, di ruang ganti, Alonso menyampaikan pesan yang lugas dan penuh tekanan kepada para pemainnya.
Ia sadar betul bahwa tanpa sikap yang tepat, pertandingan seperti ini justru bisa berubah menjadi jebakan. Dengan nada tegas, ia menekankan pentingnya intensitas sejak menit pertama.
“Jika kita tidak memiliki intensitas dan keinginan, mereka akan mempersulit kita. Kita harus bermain habis-habisan, kuat, seperti di Liga Champions…” seru Alonso, membakar semangat para pemain beberapa saat sebelum mereka melangkah ke lapangan.
Laga ini sendiri memiliki nuansa khusus. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Real Madrid bertemu Talavera.
Tim tuan rumah datang dengan kepercayaan diri usai menang 2-1 atas Mérida di babak sebelumnya, meski posisi mereka di klasemen Grup I Primera Federacion masih terpuruk di papan bawah, satu grup dengan Real Madrid Castilla.
Menyadari potensi kejutan, Xabi Alonso memilih pendekatan agresif. Ia menurunkan susunan pemain yang sangat menyerang demi menghindari skenario buruk.
Kylian Mbappe, Endrick Felipe, dan Gonzalo García tampil bersama dalam skema yang di atas kertas bisa berubah menjadi 4-2-4, dengan Franco Mastantuono mengisi sektor sayap kanan.
Di lini tengah, tanggung jawab mengatur ritme permainan diserahkan kepada Dani Ceballos dan Arda Güler. Sementara itu, lini belakang juga menghadirkan cerita tersendiri.
David Jimenez menjalani debutnya bersama tim utama sebagai bek kanan, ditemani Fran García di sisi kiri. Duet Dean Huijsen dan Alvaro Carreras dipercaya mengawal jantung pertahanan.
Pendekatan ini mencerminkan pesan yang ingin disampaikan Alonso sejak awal: tak ada laga yang boleh dianggap remeh.
Dan, dari cara ia memompa motivasi hingga pilihan taktiknya, jelas bahwa kemenangan atas Talavera bukan hanya soal lolos ke babak berikutnya, tetapi juga tentang membangun mentalitas yang ia inginkan untuk Real Madrid.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
