Jude Bellingham. (Instagram/@realmadrid)
JawaPos.com - Fernando Sanz tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya setelah pertandingan antara CF Talavera dan Real Madrid berakhir. Sekali lagi, performa Los Blancos jauh dari kata meyakinkan nyaris berujung petaka saat menghadapi tim dari divisi bawah.
Dalam pandangan mantan pemain Real Madrid itu, ada satu nama yang menjadi sorotan utama, selain Xabi Alonso: Jude Bellingham.
Melansir Defensa Central, menurut Sanz, masuknya Bellingham di menit-menit akhir justru membuat permainan Real Madrid semakin kacau. Ia menilai momentum pertandingan berubah ke arah yang berbahaya setelah gelandang asal Inggris tersebut berada di lapangan.
"Di babak kedua, Talavera jauh lebih berani dan menempatkan Real Madrid dalam posisi sulit. Tampaknya gol Mbappe yang membuat skor menjadi 3-1 akan cukup untuk memicu kebangkitan Talavera, tetapi kemudian terjadi kesalahan fatal dari Bellingham yang menyebabkan pelanggaran di tepi kotak penalti,” ucap Sanz.
“Tendangan bebas yang dieksekusi dengan sempurna dengan tiga pemain Talavera berada di dekat bola rebound dan tidak ada satu pun pemain dari Madrid. Dan mereka mulai bermain dan penyelamatan terakhir Lunin menjadi penyelamat," tambahnya.
Bellingham pun langsung menjadi pusat perhatian setelah insiden tersebut. Bagi Sanz, masalahnya bukan sekadar satu kesalahan, tetapi dampak keseluruhan terhadap tim. Ia bahkan menilai pergantian pemain yang dilakukan justru membawa efek negatif.
"Situasi yang menarik perhatian saya adalah kami melakukan perubahan pada dua pemain inti, Bellingham dan Tchouameni, dan apa yang mereka lakukan justru memperburuk tim," ungkapnya.
Kekecewaan Sanz tidak berhenti di situ. Ia juga menyoroti permainan Real Madrid secara keseluruhan yang dinilainya kehilangan identitas dan daya gedor, meski akhirnya tetap meraih kemenangan.
"Sekali lagi, kami merasa sangat kecewa, karena selain gol-gol yang tercipta, permainan kurang mengalir, ancaman serangan kurang terasa, umpan silang ke dalam kotak penalti kurang akurat,” lanjut Sanz.
“Saya tidak melihat apa pun yang kami harapkan. Saya melihat Arda Güler semakin kehilangan arah. Kami berhasil memenangkan pertandingan, yang merupakan hal terpenting.”
“Kami masih menunggu untuk melihat apakah Real Madrid dapat menunjukkan versi permainan mereka melawan Sevilla seperti yang kami lihat saat melawan Athletic Bilbao dan yang telah kami lihat beberapa kali,” pungkasnya.
Kritik-kritik ini menambah panjang daftar tanda tanya seputar performa Real Madrid. Menang memang penting, tetapi cara mereka hampir terpeleset melawan Talavera menunjukkan bahwa pekerjaan rumah Xabi Alonso masih sangat banyak.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
