Franco Mastantuono (kiri) saat dikawal pemain CF Talavera. (Instagram/@realmadrid)
JawaPos.com - Franco Mastantuono kembali dipercaya sebagai starter saat Real Madrid menghadapi CF Talavera de la Reina di babak 32 besar Copa del Rey.
Pemain asal Argentina itu masuk ke starting eleven setelah sebelumnya mengalami pubalgia, dan perlahan mulai mendapatkan menit bermain setelah beberapa laga terakhir lebih sering tampil sebagai pengganti.
Kesempatan ini sejatinya menjadi momen penting bagi Mastantuono untuk menunjukkan kapasitasnya. Namun, di atas lapangan, penampilannya justru mengecewakan.
Ia memang beberapa kali mencoba terlibat dalam permainan dan berupaya mencari ruang, tetapi kontribusinya nyaris tidak memberi ancaman berarti bagi pertahanan Talavera, tim dari Primera RFEF. Jujur saja, dampaknya minim.
Kekecewaan itu juga dirasakan Xabi Alonso. Pelatih kelahiran San Sebastián tersebut dikenal sebagai salah satu pendukung utama Mastantuono sejak awal kedatangannya.
Namun, meninggalkan Estadio Municipal El Prado, Alonso diyakini tidak sepenuhnya puas. Indikasinya jelas: Mastantuono menjadi salah satu pemain yang ditarik keluar di babak kedua.
Meski belum menunjukkan performa sesuai ekspektasi, kenyataannya tuntutan terhadap Franco Mastantuono terus meningkat.
Grafik penampilannya dinilai menurun, dan hal itu tercermin dari perannya yang semakin sekunder serta menit bermain yang berkurang secara signifikan.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran di internal Real Madrid. Meski demikian, pihak klub di Valdebebas tetap mengingatkan bahwa Mastantuono baru berusia 18 tahun.
Sikap resmi klub masih mengedepankan kesabaran dan ketenangan dalam mengelola perkembangannya.
Meski begitu, melansir Defensa Central, baik Xabi Alonso maupun staf pelatihnya secara terbuka menuntut lebih banyak dari Mastantuono. Kesan paling mengkhawatirkan sejauh ini adalah minimnya antusiasme yang berhasil ia bangkitkan di kalangan penggemar.
Ia belum mampu memberikan efek kejut seperti yang pernah ditunjukkan Vinícius Jr., Rodrygo, atau bahkan Endrick di fase awal karier mereka.
Mastantuono kerap terlihat kurang agresif dan seolah bermain tanpa urgensi tinggi. Ia memang sempat menunjukkan kilasan kualitas di beberapa pertandingan, tetapi konsistensi masih menjadi masalah utama.
Real Madrid mengharapkan kontribusi yang lebih nyata dalam fase menyerang, lebih berani mengambil risiko dan lebih aktif mencari peluang.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
