Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2026, 20.49 WIB

Tak Ingin Ulangi Kasus David Alaba, Real Madrid Tolak Dayot Upamecano

Real Madrid Batal Datangkan Dayot Upamecano karena tuntutan gaji terlalu tinggi. (ig @upamecano) - Image

Real Madrid Batal Datangkan Dayot Upamecano karena tuntutan gaji terlalu tinggi. (ig @upamecano)

JawaPos.com-Dayot Upamecano sempat menjadi salah satu target utama Real Madrid untuk memperkuat lini pertahanan. Selama berbulan-bulan, nama bek asal Prancis itu masuk dalam radar sebagai opsi menarik, terlebih dengan status kontraknya yang mendekati akhir.

Namun kini, peluang Dayot Upamecano ke Real madrid resmi ditutup. Melansir Defensa Central, keputusan ini datang langsung dari presiden klub Florentino Perez. 

Tuntutan finansial Dayot Upamecano yakni gaji €20 juta bruto per musim ditambah bonus penandatanganan sekitar €20 juta, Real Madrid langsung mengesampingkan kemungkinan merekrut sang pemain. Angka tersebut dianggap terlalu tinggi dan tidak sejalan dengan kebijakan klub.

Keputusan Tegas Real Madrid soal Upamecano

Mendapatkan pemain top secara gratis memang terdengar seperti langkah cerdas di atas kertas. Namun, dalam praktiknya, skenario seperti ini sering kali berubah menjadi operasi mahal yang sulit dikendalikan. Real Madrid sudah cukup berpengalaman dengan situasi semacam ini.

Upamecano menjadi contoh terbaru. Meski Xabi Alonso menjadikannya sebagai bek tengah favorit di antara pemain yang kontraknya berakhir pada 30 Juni, manajemen klub memilih untuk menarik diri. Alasannya jelas: tuntutan finansial sang pemain dinilai terlalu berlebihan.

Real Madrid sempat menghubungi perwakilan Upamecano beberapa minggu lalu untuk menjajaki minatnya. Namun begitu mendengar angka yang diminta, Florentino Perez langsung mengambil sikap tegas. 

"Cukup, kami tidak akan pernah mencapai angka-angka itu," tegas sang presiden setelah mengetahui bahwa Upamecano menginginkan sekitar €20 juta bruto (€10 juta bersih) plus bonus penandatanganan antara €18 hingga €20 juta.

Bagi manajemen Real Madrid, angka tersebut jelas di luar harga pasar. Lebih dari itu, tuntutan tersebut berpotensi merusak struktur gaji di ruang ganti. Florentino Perez sadar betul bahwa kesalahan serupa pernah terjadi dan dia tidak berniat mengulanginya.

Pelajaran dari Kasus David Alaba

Nama David Alaba kembali mencuat dalam konteks ini. Bek asal Austria tersebut bergabung dengan Real Madrid empat tahun lalu dan tampil luar biasa di musim pertamanya. Namun setelah itu, cedera lutut panjang mengubah segalanya.

Hingga hari ini, Alaba masih menjadi salah satu pemain bergaji tertinggi di skuad, meski kontribusinya di lapangan sangat terbatas akibat cedera. Situasi inilah yang ingin dihindari Florentino Perez.

Upamecano diakui sebagai pemain hebat, tetapi risikonya dinilai terlalu besar jika melihat paket gaji dan bonus yang diminta. Pihak klub menegaskan bahwa tidak semua kasus bisa disamakan.

Mbappe, misalnya, dianggap sebagai pengecualian karena statusnya sebagai pemain kelas dunia yang telah membuktikan dirinya di level tertinggi. Upamecano, meski berkualitas, belum berada di level tersebut.

Fokus ke Opsi Lain yang Lebih Masuk Akal

Real Madrid kini sudah menetapkan prinsip yang jelas. Jika merekrut pemain gratis justru mengharuskan klub mengeluarkan biaya nyaris setara dengan transfer mahal lewat gaji tinggi dan bonus penandatanganan besar maka langkah itu tidak sepadan.

Karena itu, pihak Bernabeu mulai melirik opsi lain untuk lini pertahanan. Bahkan jika harus mengeluarkan dana transfer, Real Madrid menilai hal tersebut lebih masuk akal selama struktur gaji tetap terjaga. 

Bagi Florentino Perez, stabilitas jangka panjang jauh lebih penting daripada sekadar memanfaatkan peluang pasar yang tampak menggiurkan di permukaan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore