
Bos Real Madrid, Florentino Perez bersama VInicius Junior. (Istimewa)
JawaPos.com - Real Madrid dan Barcelona akan saling berhadapan pada hari Minggu ini di final Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi. El Clásico pertama tahun 2026 ini bukan hanya soal perebutan trofi, tetapi juga sarat kepentingan lain di balik layar. Mulai dari masa depan Xabi Alonso, hingga bonus besar yang menanti para pemain Real Madrid.
Di internal klub, pemberian bonus sudah menjadi praktik standar sejak awal musim. Florentino Perez bersama para pemain biasanya duduk bersama untuk menyepakati besaran bonus untuk setiap gelar yang bisa diraih.
La Liga dan Liga Champions tentu menjadi prioritas utama, tetapi Piala Super Spanyol juga tetap masuk dalam perhitungan. Melansir Defensa Central, untuk ajang Piala Super, rencana awal Real Madrid adalah memberikan bonus sebesar €150.000 per pemain jika berhasil keluar sebagai juara.
Namun, menjelang laga final ini, Florentino Perez memilih untuk lebih royal. Presiden klub memutuskan menaikkan bonus tersebut menjadi €200.000 per pemain apabila Real Madrid mampu mengalahkan Barcelona pada hari Minggu.
Tambahan motivasi ini datang di saat yang tepat. Final Piala Super Spanyol selalu dimainkan dengan tensi tinggi, apalagi ketika mempertemukan dua rival abadi.
Kedua tim mempertaruhkan gengsi, gelar, dan momentum untuk sisa musim. Meski melawan Barcelona biasanya tidak membutuhkan dorongan ekstra, bonus besar tetap menjadi pemanis yang sulit diabaikan.
Di sisi lain, Real Madrid masih datang dengan sejumlah keraguan. Awal perjalanan Xabi Alonso di Santiago Bernabeu tidak sepenuhnya mulus dan sempat memunculkan banyak tanda tanya.
Bahkan, ada anggapan bahwa kekalahan di El Clásico bisa berdampak langsung pada masa depannya. Meski demikian, mencapai final memberinya sedikit ruang bernapas.
Setelah menutup tahun 2025 tanpa satu pun trofi, Real Madrid sadar betul bahwa mereka harus menunjukkan peningkatan. Piala Super Spanyol dipandang sebagai kesempatan ideal untuk meredam rumor dan keraguan yang beredar.
Kemenangan di final, terlebih atas Barcelona, diyakini akan mengubah atmosfer di sekitar klub secara signifikan.
Sementara itu, situasi di kubu Barcelona sedikit berbeda. Mereka tidak berada di bawah tekanan sebesar Real Madrid, meski gelar tetap memiliki arti penting.
Ada keinginan kuat untuk membalas kekalahan di El Clásico pertama musim ini, laga liga di Santiago Bernabeu yang berakhir dengan skor 2-1 untuk Real Madrid.
Faktor lain yang ikut membayangi adalah tren beberapa musim terakhir, di mana tim pemenang Piala Super Spanyol kerap melanjutkan momentum dengan menjuarai La Liga.
Saat ini Barcelona memang memimpin klasemen liga, tetapi hanya unggul empat poin dari Real Madrid. Entah kebetulan atau bukan, tak banyak yang berani menguji “tradisi” tersebut.
Dengan bonus besar di satu sisi dan ambisi balas dendam di sisi lain, final Piala Super Spanyol kali ini dipastikan lebih dari sekadar laga pembuka tahun. Ini adalah duel penuh kepentingan, gengsi, dan taruhan besar bagi kedua raksasa Spanyol.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
