Insiden Kylian Mbappe usai final Piala Super Spanyol mencuri perhatian. Bintang Real Madrid itu disebut mencegah rekan setimnya memberi penghormatan kepada Barcelona. (Instagram/@k.mbappe)
JawaPos.com - Final Piala Super Spanyol kembali menghadirkan El Clasico penuh tensi, tapi bukan dalam arti permainan yang kasar atau di luar kendali.
Pertandingan berjalan panas namun relatif terkendali, bahkan masih menyisakan momen sportivitas setelah peluit akhir dibunyikan.
Salah satunya terlihat ketika Dani Carvajal sempat menegur Ronald Araujo di tengah lapangan, sebuah gestur yang cukup biasa dalam laga sebesar ini.
Namun, suasana berubah ketika momen penyerahan trofi dimulai. Seperti tradisi di banyak final, tim yang kalah biasanya memberikan penghormatan kepada sang juara. Kali ini, itu tidak terjadi.
Real Madrid justru langsung menuju ruang ganti. Dari rekaman siaran pertandingan, muncul dugaan kuat bahwa sosok di balik keputusan tersebut adalah Kylian Mbappe.
Melansir akun X jurnalis Onda Cero, Alfredo Martínez, Mbappe terlihat mengkritik rekan-rekan setimnya yang masih berada di lapangan.
Ia disebut tidak ingin para pemain Madrid menunggu Barcelona menerima penghormatan, sehingga Los Blancos memilih meninggalkan lapangan lebih awal. Sebuah gestur yang langsung memicu perbincangan luas, terutama karena datang dari pemain bintang yang baru bergabung.
Kekalahan ini tampaknya benar-benar membekas bagi Mbappe. Ia masuk di menit-menit akhir sebagai kartu truf, berharap bisa mengubah jalannya pertandingan.
Nyatanya, kontribusinya sangat minim. Satu-satunya dampak nyata hanyalah insiden yang berujung kartu merah untuk Frenkie de Jong.
Perjalanan Mbappe di Piala Super Spanyol memang jauh dari ideal. Ia absen dalam laga liga melawan Betis dan semifinal melawan Atletico Madrid, bahkan sempat tidak ikut terbang ke Arab Saudi.
Baru setelah Madrid memastikan tiket ke final, sang striker menyusul dan langsung masuk daftar pemain.
Saat Xabi Alonso memainkannya dalam kondisi tertinggal 3-2, euforia fans Madrid sempat memuncak. Sayangnya, kehadiran Mbappe tidak cukup untuk menghindarkan Madrid dari kekalahan.
Gelar juara kembali melayang, dan Barcelona sekali lagi menjadi penghalang utama, sebuah pola yang mulai terasa berulang bagi Mbappe sejak berseragam putih.
Keputusan Madrid untuk tidak memberi penghormatan kepada Barcelona mengingatkan publik pada masa Jose Mourinho. Pada era itu, Real Madrid pernah melakukan hal serupa, bahkan meninggalkan lapangan sebelum trofi diserahkan kepada Barca.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
