
Pelatih Napoli Antonio Conte. (Instagram.com/napoli)
JawaPos.com - Napoli harus pulang dengan rasa kecewa setelah gagal menang saat bertandang ke markas FC Copenhagen di Liga Champions. Dalam laga yang seharusnya bisa menjadi momentum penting, tim asal Italia itu justru ditahan imbang meski sempat mengontrol permainan dan menguntungkan.
Hasil tersebut membuat pelatih Napoli, Antonio Conte, meluapkan kekecewaannya secara terbuka di depan media. Conte menilai pertandingan ini sebagai peluang besar yang terbuang sia-sia. Napoli tampil dominan dan memiliki kondisi ideal untuk menutup laga dengan kemenangan, terutama saat lawan bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.
Namun, ketidakmampuan menjaga fokus hingga akhir pertandingan membuat segalanya berubah drastis. “Ini pertandingan yang harusnya dimenangkan,” ujar Conte usai laga dikutip dari gazzeta.it.
Menurutnya, tidak ada alasan yang bisa dibenarkan untuk kehilangan poin dalam situasi seperti itu. Ia menegaskan bahwa rasa kecewa justru penting sebagai bagian dari proses berkembang sebuah tim.
Jika hasil seperti ini tidak menimbulkan rasa sakit, maka ada masalah dalam mentalitas timnya. Conte juga menyoroti bagaimana Napoli justru mempersulit diri sendiri di lapangan.
Dalam sepak bola level tertinggi, satu momen kecil bisa mengubah jalannya pertandingan. Napoli merasakannya secara langsung ketika gagal memanfaatkan keunggulan dan akhirnya harus menerima hasil imbang yang terasa seperti kekalahan.
Masalah mentalitas kembali menjadi sorotan utama Conte. Ia menilai timnya belum cukup tajam dalam membaca pentingnya situasi pertandingan.
Ia menegaskan bahwa di kompetisi seperti Liga Champions, rasa lapar dan agresivitas positif harus dijaga dari menit pertama hingga peluit akhir laga.
“Kami mengontrol pertandingan, tapi tidak cukup kejam,” ungkapnya. Bagi Conte, menguasai permainan saja tidak cukup jika tidak dibarengi kemampuan mengamankan hasil.
Hal inilah yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Napoli musim ini.
Padatnya jadwal juga menjadi perhatian, mengingat Napoli harus menjalani sembilan pertandingan dalam waktu kurang dari satu bulan.
Namun, Conte dengan tegas menolak menjadikan hal tersebut sebagai alasan utama. Ia mengakui musim ini berjalan rumit, tetapi menegaskan pertandingan melawan Copenhagen tetap bisa dimenangkan.
Conte juga menyinggung catatan kurang memuaskan Napoli di laga tandang Liga Champions. Hasil imbang ini memperpanjang tren negatif saat bermain di luar kandang.
Sesuatu yang menurutnya tidak bisa terus dibiarkan jika Napoli ingin melangkah lebih jauh di Eropa. “Kami kembali gagal di laga tandang, padahal permainan kami cukup,” katanya.
Conte menilai ada perbedaan besar antara tampil baik dan benar-benar menang. Napoli masih sering terjebak di antara keduanya dalam kompetisi musim ini.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
