Pelatih Napoli Antonio Conte. (Instagram.com/napoli)
JawaPos.com - Pertandingan Atalanta kontra Napoli selalu punya cerita tersendiri. Namun jelang duel kali ini, perhatian publik Italia kembali tertuju pada satu nama yaitu Antonio Conte.
Bukan karena taktik atau persaingan di papan atas, melainkan kilas balik singkatnya perjalanan Conte bersama Atalanta pada musim 2009-2010.
Saat itu, Conte datang ke Bergamo dengan status pelatih muda penuh ambisi. Ia baru saja membawa Bari promosi ke Serie A dan dipercaya menggantikan Angelo Gregucci.
Harapan cukup tinggi, apalagi Atalanta membutuhkan sosok tegas untuk mengangkat performa tim.
Namun awal kebersamaan mereka langsung berjalan kurang mulus. Pada laga debutnya di Serie A bersama Atalanta, Conte sudah diusir wasit akibat protes keras dari pinggir lapangan.
Momen tersebut seolah menjadi gambaran bagaimana panasnya perjalanan sang pelatih di Bergamo.
Masalah tak hanya datang dari hasil pertandingan. Gesekan justru muncul di ruang ganti, terutama dengan kapten sekaligus ikon klub, Cristiano Doni. Conte dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan disiplin tinggi dan karakter kuat. Di sisi lain, Doni memiliki pengaruh besar di dalam tim.
Hubungan keduanya dikabarkan memburuk seiring berjalannya waktu. Ketegangan makin terasa ketika Conte menginginkan perubahan besar dalam struktur tim, termasuk soal masa depan beberapa pemain senior.
Situasi ini membuat ruang ganti terbelah, sementara manajemen klub berada dalam posisi sulit.
Tak berhenti di sana, hubungan Conte dengan petinggi klub juga disebut tak berjalan harmonis. Tekanan dari suporter pun mulai muncul ketika hasil di lapangan tidak menunjukkan perbaikan signifikan. Dalam suasana yang semakin panas, kebersamaan itu akhirnya berakhir setelah hanya berlangsung 108 hari.
Conte pun diberhentikan sebelum musim benar-benar berjalan jauh. Pengalaman tersebut menjadi salah satu episode paling singkat dalam karier kepelatihannya di Serie A.
Menariknya, beberapa tahun setelah meninggalkan Bergamo, Conte justru menjelma menjadi salah satu pelatih tersukses di Italia. Ia meraih gelar Serie A bersama Juventus dan Inter, serta dikenal sebagai sosok yang mampu membangun mental juara.
Kini, setiap kali Atalanta menghadapi Napoli yang ditangani Conte, memori lama itu kembali mencuat. Sebuah kisah tentang ambisi, benturan karakter, dan pelajaran penting di awal perjalanan panjang seorang pelatih top Italia.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
