Arda Guler dan Franco Mastantuono mencuri perhatian Alvaro Arbeloa usai tampil impresif sebagai pemain pengganti dalam kemenangan Real Madrid atas Levante di Santiago Bernabeu. (Instagram/@realmadrid)
JawapPos.com - Real Madrid mencatat kemenangan terbesar mereka musim ini dengan menghajar AS Monaco 6-1 pada laga ketujuh babak penyisihan grup Liga Champions.
Penampilan ini terasa spesial, bukan hanya karena skor mencolok, tetapi juga karena cara tim bangkit setelah melewati beberapa hari yang sulit.
Santiago Bernabéu menjadi saksi bagaimana para pemain tampil dengan semangat kolektif yang tinggi. Dendam seolah dikubur, dan stadion bersatu memberi dukungan penuh.
Sejak menit awal, Real Madrid tampil agresif, menekan tanpa henti, dan benar-benar meng overwhelming lawan lewat intensitas permainan yang konsisten.
Melansir Defensa Central, di tengah performa solid tim, Arda Guler kembali muncul sebagai salah satu pemain paling menonjol.
Gelandang muda asal Turki itu menjadi bagian penting dari permainan tim asuhan Álvaro Arbeloa, dan kontribusinya mendapat pengakuan langsung dari sang pelatih setelah laga.
“Kamu lebih baik dari yang saya duga, kamu memiliki visi yang luar biasa,” ujar Arbeloa kepada Guler.
Sang pemain kembali dipercaya tampil sebagai starter, melanjutkan peran pentingnya setelah menjadi kunci kemenangan liga melawan Levante. Pujian tersebut tidak hanya menyoroti kualitas teknis, tetapi juga sikap dan ambisi Güler di lapangan.
Dalam beberapa pekan terakhir, peran Güler sempat sedikit berkurang setelah lini tengah diperkuat dengan pemain yang lebih mengandalkan fisik. Namun, melawan Monaco, ia menjawab kepercayaan itu dengan performa penuh energi dan kecerdasan bermain.
Sejak awal hingga akhir laga, Güler tampil sangat aktif. Bersama Jude Bellingham, ia menjadi otak permainan tim.
Salah satu momen krusial datang dari assist brilian yang ia ciptakan, berawal dari aksi akrobatik Eduardo Camavinga, sebelum bola mengalir hingga berujung gol kedua tim pada menit ke-26. Alur permainan itu mencerminkan betapa cair dan kompaknya kerja sama antarpemain.
Tak hanya piawai mengatur tempo, Güler juga menunjukkan kontribusi besar tanpa bola. Ia kerap menjadi opsi umpan pertama di lini tengah yang kini terlihat lebih rapat dan terorganisir. Komitmen bertahan pun terlihat jelas, dengan beberapa kali ia sukses merebut kembali penguasaan bola.
Pemain bernomor punggung 15 itu akhirnya ditarik keluar pada menit ke-76 setelah mencatat tujuh kali perebutan bola. Sebelum diganti, ia nyaris mencetak gol keempat tim setelah menerima umpan matang di dalam kotak penalti, meski akhirnya gol tercatat sebagai bunuh diri lawan.
Guler Kembali Menegaskan Perannya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
