
Vinícius Júnior tampil gemilang saat Real Madrid hancurkan AS Monaco 6-1 di Liga Champions, raih penghargaan pemain terbaik alias MVP. (ig @realmadrid)
JawaPos.com - Vinícius Júnior akhirnya berbicara di lapangan, dan caranya cukup keras untuk membungkam keraguan. Penyerang asal Brasil itu tampil luar biasa saat Real Madrid menghancurkan AS Monaco dengan skor telak 6-1 di Liga Champions.
Tiga assist dan satu gol membuat Vinícius dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan, sekaligus mengubah cemoohan menjadi tepuk tangan di Santiago Bernabéu.
Awal laga sebenarnya tidak ramah bagi Vinícius. Seperti beberapa pertandingan sebelumnya, sebagian fans kembali mencemoohnya setiap kali ia menyentuh bola. Namun, seiring berjalannya waktu, performanya perlahan mengubah suasana stadion.
Gol pertamanya di Liga Champions musim ini pada menit ke-63 menjadi titik balik, bukan hanya dalam pertandingan, tapi juga dalam hubungannya dengan publik Bernabéu malam itu.
Melansir ESPN, Rabu (21/1), menariknya, setelah mencetak gol, Vinícius tidak merayakannya ke arah tribun. Ia justru menghampiri pelatih anyar Madrid, Álvaro Arbeloa, dan memeluknya. Usai laga, Vinícius tak menutupi betapa beratnya periode yang ia jalani.
"Beberapa hari terakhir sangat sulit bagi saya, bagi semua rekan setim saya, tetapi terutama bagi saya, karena siulan, karena semua yang dikatakan tentang saya," kata Vinícius.
"Saya selalu menjadi sorotan dan saya tidak ingin berada di sana karena hal-hal yang terjadi di luar lapangan, saya ingin berada di sana karena semua yang saya lakukan untuk klub ini di lapangan."
Ia menambahkan bahwa kontribusinya di laga tersebut terasa sangat spesial.
"Itu adalah momen yang sangat istimewa. Saya telah memberikan beberapa assist dalam pertandingan tersebut. Rekan-rekan setim saya mengatakan bahwa saya perlu mencetak gol. Penting untuk memiliki kepercayaan dari rekan-rekan setim saya."
"Kami adalah sebuah keluarga, dan dengan kepercayaan mereka serta dengan memberikan yang terbaik, kami akan memenangkan banyak hal musim ini."
Sorakan ejekan sebenarnya sudah terasa lebih ringan dibanding laga liga akhir pekan sebelumnya. Saat namanya diumumkan dalam susunan pemain inti, cemoohan memang masih terdengar, tetapi tak berlangsung lama.
Bahkan, ketika Vinícius beberapa kali gagal mengontrol bola, respons fans mulai berimbang antara siulan dan tepuk tangan. Pada akhirnya, ia meninggalkan lapangan sebagai MVP, dengan mayoritas stadion berdiri memberikan aplaus.
Vinicius Dapat Dukungan dari Arbeloa
Musim ini memang tidak mudah bagi Vinícius. Performa yang naik-turun membuat sebagian fans menjadikannya simbol masalah tim, bahkan dikaitkan dengan pergantian pelatih pekan lalu.
Hubungannya dengan pelatih sebelumnya juga disebut-sebut tidak harmonis, dan Vinícius dilaporkan menjadi salah satu figur penting yang tidak lagi mendukungnya di ruang ganti.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
